Writer: Rendy Artha
TVRINews, Jambi
Petani di Provinsi Jambi diminta untuk mencermati kondisi cuaca yang terjadi sebelum mulai memasuki masa tanam. Upaya itu dilakukan untuk meminimalisir resiko gagal panen dan gagal tanam di tengah anomali El Nino saat musim kemarau Tahun 2023.
Ditengah kewaspadaan kekeringan yang terjadi akibat anomali El Nino pada musim kemarau Tahun 2023, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi meminta para Petani untuk mencermati dan memahami kondisi cuaca yang terjadi sebelum memutuskan untuk menanam.
“Masa tanam yang dilakukan saat musim hujan akan menghindari risiko gagal panen atau bahkan gagal tanam. Kurangnya pasokan air saat terjadinya anomali cuaca akan sangat berdampak pada keberhasilan produksi jika tidak dilakukan dengan perhitungan yang matang khususnya bagi komoditas pertanian yang sangat membutuhkan air,” Kata Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi Rumusdar, Selasa, 17 Oktober 2023.
Untuk itu, para Petani diminta memperhitungkan waktu yang tepat sebelum akhirnya mulai menanam guna meminimalisir kegagalan. Ia turut menghimbau kepada para Petani di Provinsi Jambi mulai menanam jika sudah ada tanda-tanda datangnya musim penghujan.
Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan Pemerintah. Perhitungan waktu yang tepat pada masa tanam, diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal untuk memenuhi pasokan sektor pertanian di Daerah guna menghindari krisis pangan saat musim kemarau.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang disampaikan BMKG, musim hujan diprediksi akan dimulai pada bulan November 2023. Sedangkan untuk puncak musim hujan, diprediksi baru terjadi tahun depan tepatnya pada bulan Januari dan Februari 2024.
Baca Juga: Sejumlah Desa di Probolinggo Alami krisis Air bersih Akibat Musim Kemarau
Editor: Redaktur TVRINews
