
Otak-Otak, Kuliner Legendaris Tanjungpinang
Penulis: Desi Fuji Rahayu
TVRINews, Tanjungpinang
Kota Tanjungpinang tidak hanya dikenal dengan pesona wisatanya, tetapi juga memiliki kuliner khas yang sudah melegenda, yaitu otak-otak.
Makanan berbahan dasar ikan segar ini dilumatkan, diberi bumbu rempah, lalu dibungkus daun kelapa muda sebelum dipanggang diatas bara arang.
Keunikan cita rasanya membuat otak-otak menjadi kuliner ikonik yang digemari masyarakat lokal maupun wisatawan.
Selain menjadi oleh-oleh khas, otak-otak juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga. Sejumlah pedagang menggantungkan perekonomian keluarganya dari hasil penjualan makanan ini, terutama di sekitar Pelabuhan Sri Bintan Pura.
Baca Juga: Penerima Bantuan PKH di Minahasa Selatan Terciduk Gunakan Dana untuk Judi Online
Elis, salah seorang pedagang, menuturkan dirinya sudah berjualan otak-otak di depan pintu keluar Pelabuhan Sri Bintan Pura sejak 2005. Ramainya aktivitas di pelabuhan membuat dagangannya laris manis.
“Kalau hari libur bisa terjual sampai 1.500 buah per hari, sementara hari biasa 500 sampai 700 buah tetap habis,” ungkapnya.
Dengan harga terjangkau, hanya Rp1.000 per buah, otak-otak menjadi pilihan favorit banyak orang. Sebagian besar pedagang otak-otak di Tanjungpinang merupakan usaha turun-temurun.
Resep keluarga dijaga ketat agar cita rasa tetap otentik dan konsisten dari generasi ke generasi. Inilah yang membuat kuliner khas ini mampu bertahan dan terus diminati pembeli.
Kini, otak-otak Tanjungpinang semakin populer di kalangan wisatawan. Selain menjadi makanan wajib coba, otak-otak juga sering dijadikan buah tangan untuk dibawa pulang.
Kehadirannya dinilai ikut memperkenalkan identitas kuliner Tanjungpinang ke luar daerah sekaligus mengangkat ekonomi masyarakat lokal.
Editor: Redaktur TVRINews
