
Kasus Gizi Buruk di Bangka Naik, 258 Anak Didiagnosa Stunting
Penulis: Triyani
TVRINews, Bangka Belitung
Kasus stunting atau gizi buruk pada anak di Kabupaten Bangka mengalami peningkatan signifikan. Data terbaru mencatat, sebanyak 258 anak di wilayah ini didiagnosa mengalami stunting, meningkat dibandingkan tahun 2024 lalu yang tercatat sebanyak 240 anak.
Fokus utama kasus stunting tahun ini berada di Kecamatan Mendobarat, yang mencatat lima lokasi dengan jumlah balita penderita gizi buruk terbanyak. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) terus berupaya melakukan berbagai langkah untuk menurunkan angka stunting secara masif, dengan melibatkan lintas sektor.
Kolaborasi penanganan dilakukan bersama Dinas Kesehatan, perangkat desa, hingga pihak swasta. Meski demikian, angka stunting yang masih tinggi menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih terstruktur dan menyeluruh.
Penjabat Bupati Bangka dalam keterangannya menyatakan rasa keprihatinannya atas kondisi tersebut.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai dari hulu.
Pemerintah Kabupaten Bangka berharap, melalui pendekatan kolaboratif dan penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat, angka stunting dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
"Ada 258 anak yang didiagnosis stunting, semuanya berada di Kecamatan Mendo Barat. Dengan komposisi penduduk yang sangat sedikit, ini tentu sangat ironi terkait masalah stunting pada anak-anak," jelas Jantani Ali, Pj. Bupati Bangka.
Baca Juga: Polda Sumsel Gagalkan Peredaran 11 Kilogram Sabu, Satu Kurir Diamankan
Editor: Redaksi TVRINews
