Penulis: Andre Alessande
TVRINews, Lampung
Sebanyak 10 hektar lahan sawah di Pekon Pemerihan, Kecamatan Krui Selatan Pesisir Barat gagal tanam akibat lahan kering.
Benih padi yang semula akan disemai terpaksa dibiarkan mati oleh petani karena tak mendapatkan air.
Petani mengaku sangat kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk memulai masa tanam akibat tidak adanya sumber air maupun irigasi yang mengaliri lahan tersebut. Al hasil mereka terpaksa harus membiarkan bibit padi mati kekeringan karena tak punya solusi.
Baca Juga: Tingkatkan Kesiagaan Melalui Aplikasi BMKG
Menurut Petani setempat Subakti ,terdapat lebih dari 10 hektar lahan sawah yang mengalami gagal tanam di wilayah itu, dengan kerugian diperkirakan mencapai lebih dari 10 ton beras.
“Ya penyebab utama musim kemarau pak, ya karna tidak turun hujan, kerugiannya banyak pak pertama beras mahal, karna sebenarnya gada panen, ya enaknya walaupun kemarau harganya stabil lah sesuai pendapatan petani,” kata Subakti, Jumat, 6 Oktober 2023.
Lebih lanjut, walaupun dirinya merupakan petani padi, Subakti mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan beras keluarganya akibat harga beras yang mahal dan diperparah dengan adanya gagal tanam tersebut.
Untuk itu ia berharap agar pemerintah dapat segera memberi solusi kepada petani yang mengalami gagal tanam, dan dapat menyalurkan bantuan untuk meringankan kerugian yang dialami petani.
Selain itu, Subakti juga mengaku tidak memiliki penghasilan lain selain bertani, hingga kini ia dan petani lainnya yang mengalami gagal tanam hanya dapat bertahan hidup dengan cara meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Baca Juga: 12 Tahun Krisis Air, Warga Lereng Gunung Penanggungan Dapatkan Bantuan Air Bersih
Editor: Redaktur TVRINews
