Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Mojokerto
Sedikitnya 700 Kepala Keluarga di Lereng Gunung Penanggungan, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur mengalami krisis air, dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan.
Bahkan menurut warga, sebelum kemarau pun mereka sudah merasakan kondisi seperti ini selama belasan tahun.
"Kami sudah 12 tahun mengalami kondisi seperti ini, sulit mendapatkan air bersih. Semoga bantuan air ini bisa rutin agar warga disini bisa mencukupi keperluan air bersih," kata salah satu warga Lereng Gunung Penanggungan, Abdul Rohim, Jumat, 6 Oktober 2023.
Perhatian akan kondisi warganya memaksa perangkat desa untuk terjun langsung ke lokasi bersama dengan aparat setempat sebagai bentuk kepedulian.
Baca juga: Tingkatkan Kesiagaan Melalui Aplikasi BMKG
"Jika tidak ada bantuan datang mereka harus mencari air bersih kurang lebih 15 kilometer di Desa tetangga. Itupun sumber atau mata air sangat kecil," ungkap Kepala Desa, Eka Dwi Firmansyah.
Baik warga maupun Kepala Desa Manduro mengaku saat musim hujan, warga menggunakan sistem penampungan tadah hujan.
Oleh karena itu, guna membantu warga desa Lereng Gunung Penanggungan, Polres Mojokerto rutin setiap pekan mengirim sebanyak empat tangki air bersih ke Dusun Bursik dan Dusun Gajah Mungku .
Bantuan tangki-tangki air bersih sangat membantu warga setempat. Mereka antre dengan menggunakan jerigen dan penampungan air besar untuk mengisi air bersih keperluan sehari-hari.
Editor: Rina Hapsari
