Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Sumbar
Gunung Marapi Sumatera Barat kembali erupsi pada Kamis, 28 Maret 2024, pukul 03.20 WIB. Berdasarkan laporan dari petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), Teguh Purnomo, kolom abu mencapai ± 1.000 m di atas puncak (± 3.891 m di atas permukaan laut).
Sementara, dari rekaman kamera CCTV yang diterima, terpantau letusan tersebut disertai dengan pijaran api atau lontaran magma di atas puncak kawah.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi sementara ini ± 1 menit 38 detik," katanya.
Lebih lanjut Teguh Purnomo menegaskan, untuk saat ini status Gunung Marapi masih berada pada level III (Siaga).
Dengan status tersebut, pihaknya merekomendasikan kepada masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4.5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Kemudian masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
"Dan jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh," jelasnya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Baca Juga: Kedapatan Bawa Ganja Saat Keluyuran, Dua Remaja di Matur Ditangkap Polisi
Editor: Redaktur TVRINews
