Penulis: Doni Moni
TVRINews, Nagekeo
Dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda dan bulan bahasa, siswa SMK Floras, Desa Focolodorawe, Kecamata Boawae, Nagekeo, mengenakan pakaian yang berbeda dari biasanya. Mereka mengenakan busana yang berasal dari barang barang bekas yang didaur ulang oleh para siswa.
Busana yang dirancang itu berbahan dasar plastik, karung dan bagan lokal seperti daun lontar dan daun pandan. Selain itu, para siswa mempraktekan masak pangan lokal.
Kepala Sekolah SMK Floras, Ana Syukur Dhilay mengatakan, kreativitas para generasi muda harus terus diasah sebagai upaya melawan derasnya perkembangan teknologi saat ini. Salah satunya dengan menciptakan ide dan kreativitas baru melalui pemanfaatan barang barang bekas. Hal ini bagian dari keprihatinan akan merosotnya kualitas lingkungan hidup yang sedang terjadi saat ini.
"Kita berikan kekebasan kepada anak anak untuk berkreasi. Apa yang mereka lakukan yang terbaik tentu kita akan dukung dan selalu beri bimbingan demi kualitas mereka kelak,” kata Ana, dikutip Minggu, 29 Oktober 2023.
Busana hasil kreativitas anak-anak tersebut, kata Ana, semuanya berasal dari sampah dan barang bekas yang secara ekonomi tidak memiliki nilai. Namun, mereka mampu mengolah bahan sampah itu menjadi produk yang punya nilai apabila di desain dengan baik. Hal ini akan berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru bagi mereka kelak. Hal ini juga bagian dari pelestarian lingkungan yang telah banyak dieksploitasi.
"Ini salah satu cara aksi peduli lingkungan yang mana saat ini telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia. Dengan kreasi busana dari barang bekas kita sudah menyelamatkan satu generasi,” ucap Ana.
Baca juga: Pasca Penembakan dan Pembakaran Ekskavator di Maybrat, Polda Papua Barat Tambah Pasukan
Lebih lanjut, momen sumpah pemuda diharapkan generasi muda dan khususnya para siswa SMK Floras dapat menjadi agen perubahan bagi diri sendiri dan juga bagi daerah, bangsa dan negara. Generasi muda harus mampu meraih kesuksesan melalui peningkatan sumber daya manusia.
"Landasan negara akan kuat apabila oranguda menjadi agen perubahan dan harus melestarikan budaya sebagai landasan negara Indonesia,” pintanya.
Sementara itu, salah satu siswa SMK Floras, Ludgardis Wona Pala mengatakan, sebagai generasi muda, tentu harus mampu menciptakan hal baru di tengah perkembangan jaman saat ini dengan memanfaatkan barang barang bekas untuk dijadikan barang yang memiliki nilai ekonomis.
"Ini salah satu cara kami bagaimana memanfaatkan barang bekas dengan menciptakan produk baru. Hal ini juga bagian dari peduli lingkungan untuk bebas dari sampah,” jelasnya.
Ia juga berpesan kepada generasi muda untuk tetap teguh akan nilai nilai budaya yang sudah menjadi landasan negara Indonesia. Sumpah pemuda harus dilaksanakan dengan niat dan bijaksana sebagai bagian menjaga keutuhan negara dan khususnya Kabupaten Nagekeo.
Editor: Rina Hapsari
