Penulis: Maichel
TVRINews, Sorong
Polda Papua Barat menambah pasukan satu regu personil Brimob, pasca penembakan dan pembakaran sebuah ekskavator di Kampung Ayata Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan, pihaknya masih menyelediki siapa pelaku dari penembakan dan pembakaran ekskavator tersebut.
"Setelah kejadian itu sekitar pukul 08.00 WIT saya bersama Pangdam XVIII/Kasuari sudah berkomunikasi dan saya sudah memberangkatkan pasukan untuk mencari pelaku dan doakan saja dalam waktu dekat kami bisa mengungkap siapa yang melakukan pembakaran ekskavator tersebut," kata Daniel, dikutip Minggu, 29 Oktober 2023.
Meski kejadian itu, masyarakat di wilayah Aifat Raya terlebih khusus di Kampung Ayata tidak merasa takut.
Baca juga: KPU Papua Barat Daya Gelar Deklarasi Pemilu Damai 2024
"Iya aktivitas mereka berkebun seperti biasanya dan tidak merasa takut dengan kejadian itu karena mungkin mereka tau siapa pelakunya. Jadi tunggu saja informasinya kalau hasil penyelidikan ini bisa terungkap," ucap Daniel.
Sementara itu, Polisi sedang menyelidiki insiden penembakan dan pembakaran ekskavator yang mereka curigai muncul karena ketidakpuasan terhadap proyek pembangunan Puskesmas dan hasil Pemilihan Kepala Kampung atau Desa yang kalah.
Daniel menyebut di Maybrat ada sejumlah Distrik yang terisolir akibat putusnya jembatan sehingga menutup akses jalan.
Sebelumnya, sekelompok orang tak dikenal melakukan penembakan dan membakar sebuah ekskavator di lokasi pembagunan Puskesmas di Kampung Ayata Distrik Aifat Timur Tengah Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya pada Jumat pagi, 27 Oktober 2023.
Dalam insiden ini tidak ada korban jiwa. Situasi di Kabupaten Maybrat dilaporkan aman dan kondusif.
Editor: Rina Hapsari
