Penulis: Ibnu Mubarak
TVRINews, Banjarbaru
Upaya penanggulangan musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan telah menunjukkan hasil yang signifikan. Selama seminggu terakhir, terjadi penurunan jumlah titik api yang sangat mencolok.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, semula tercatat ada 108 titik api. Namun hingga Senin, 9 Oktober 2023 kemarin, hanya ada empat titik api yang terdeteksi di Kota Banjarbaru.
Kepala Seksi Kedaruratan Logistik BPBD Banjarbaru Hari Wibowo mengungkapkan penurunan titik api tersebut sangat signifikan, yakni sekitar 90 persen selama satu minggu terakhir.
"Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan ini adalah upaya pembasahan dan pemadaman yang dilakukan oleh satuan tugas karhutla, serta mulai turunnya curah hujan di Kota Banjarbaru.” ujar Hari, Selasa, 10 Oktober 2023.
Baca juga: 3 Hari Tertunda, Pemadaman Kebakaran Hutan Gunung Lawu Mulai Dilakukan
BPBD Banjarbaru memastikan bahwa turunnya hujan dapat membantu mengurangi titik api dan asap yang ada di Kota Banjarbaru. Upaya pembasahan terus dilakukan oleh satgas karhutla di area rawan.
Selama proses pembasahan, satgas karhutla menghadapi beberapa kendala, seperti sulitnya akses menuju titik api dan kesulitan mendapatkan air.
Oleh karena itu, mereka mencari solusi dengan menyediakan penampungan air di tengah titik api menggunakan mesin dompeng untuk memompa air ke titik yang sulit dijangkau.
Editor: Rina Hapsari
