Penulis: Agus Triwasono
TVRINews, Ngawi
Proses pemadaman kebakaran hutan Gunung Lawu mulai dilakukan dengan skema water boombing, setelah tiga hari tertunda akibat terkendala cuaca dan kabut serta angin kencang.
Kapolres Ngawi AKPB Argowiyono menyampaikan pada hari pertama pemadaman hanya bisa dilakukan beberapa kali karena cuaca gelap.
Selain pemadaman jalur udara, Tim Satgas Karhutla juga melakukan pemadaman jalur darat dengan penyisiran ke lokasi titik api yang bisa dijangkau oleh petugas.
Baca Juga: Tanpa Sebab, Listrik di Pusat Kota Idi Sering Padam
Salah satu yang menjadi evaluasi dalam penanganan water boombing adalah lokasi pengambilan air masih terdapat warga masyarakat termasuk anak-anak yang berkerumun menyaksikan. Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan.
"Selanjutnya, kami akan evaluasi dan lokasi area pengambilan air akan diclear-kan. Kami akan batasi yang bisa masuk demi kelancaran. Tim dari BPBD serta TNI , Polri juga akan melakukan patroli balance antara operasi udara maupun darat," kata Argowiyono kepada tvrinews.com, Senin, 9 Oktober 2023 malam.
Secara kasat mata sejumlah titik api sebagian sudah mulai padam. Petugas juga fokus di empat Kecamatan untuk proses pemadaman kebakaran Hutan dan Lahan di Lereng Gunung Lawu yang sudah berlangsung sejak 29 September kini terus meluas hingga ke Karanganyar Jawa Tengah.
Berdasarkan data BPBD, total area yang terdampak mencapai 1.990 hektar. Jumlah ini meliputi wilayah Kabupaten Ngawi 1.250 hektar, Kabupaten Magetan 700 hektar, dan Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah 40 hektar.
Upaya pemadaman dengan water boombing masih dilanjutkan Selasa, 10 Oktober 2023 hari ini, dengan terlebih dahulu melakukan sterilisasi lokasi pengambilan air.
Baca Juga: Ratusan Hektar Sawah Kekeringan dan Terancam Gagal Panen
Editor: Redaktur TVRINews
