Penulis: Syahruddin
TVRINews, Penajam Paser Utara
Festival Belian Adat Paser Nondoi 2023 di Penajam Paser Utara dibuka dengan meriah. Pembukaan festival tersebut turut dihadiri oleh penjabat bupati PPU, Makmur Marbun dan Sultan Paser, Aji Muhammad Jarnawi serta Ketua Lembaga Adat Paser PPU, Musa.
Gelaran ritual adat yang dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat adat Paser di PPU, terpusat di rumah adat Kuta Rakan Tatau di Nipah-Nipah Penajam, dengan mengusung tema Serapo Nusantara atau Serambi Nusantara.
Nondoi merupakan ritual bersih-bersih kampung yang sejak dulu dilakukan oleh leluhur, agar diberikan keselamatan, kesejahteraan bagi masyarakat.
Pada acara pembukaan Nondoi, Makmur Marbun bupati PPU, mendapat kehormatan dari Sultan Paser, Aji Muhammad Jarnawi, berupa tombak khas masyarakat adat Paser, sebagai bentuk penghormatan dan simbol pemimpin.
Baca juga: Dinkes Simeulue Kembali Temukan Penyakit Kaki Gajah
Sementara itu juga dilakukan ritual Notok Towu, dengan memberikan tepung tawar yang dilakukan tetua adat paser kepada pj.bupati, sebagai simbol penerimaan sebagai bagian keluarga besar masyarakat adat.
Makmur Marbun berharap, ketika Ibu Kota Nusantara sudah berjalan, seni budaya adat Paser ini, menjadi salah satu yang bisa ditampilkan di setiap kegiatan pemerintahan.
“Ini adalah sesuatu yang akan kita rancang, dimana disaat tamu-tamu negara nanti datang ke IKN, kita tampilkan adat dan budaya kita, jangan sampai kita salah melangkah dengan tidak membuat kebijakan yang simetri, jangan sampai nanti kita hanya menjadi penonton,” jelas Makmur marbun, Kamis 19 Oktober 2023.
Pj Bupati PPU menambahkan, seni dan budaya adalah bagian penting dari hidup manusia khususnya masyarakat PPU yang dikenal sebagai masyarakat majemuk.
Selain terdapat banyak bahasa dan berbagai bentuk kebudayaan, seni bisa menjadi modal besar bagi pembangunan dan perkembangan masyarakat di Kabupaten PPU.
Editor: Rina Hapsari
