Penulis: Al Ashab
TVRINews, Simeulue-Aceh
Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue menemukan kasus penyakit kaki gajah (Filariasis) yang dialami oleh seorang pelajar yang masih duduk di bangku belajar menengah pertama, informasi ini disampaikan oleh Dinas Kesehatan Simeulue melalui penjabat fungsional Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Revita Devayan, Kamis, 19 Oktober 2023.
Penderita kaki gajah merupakan seorang anak laki-laki yang masih berusia 13 tahun diketahui saat ini sebagian besar kaki penderita mengalami bengkak pada bagian kaki kanan maupun kaki kiri.
Ditemukannya kembali penyakit kaki gajah berawal dari keluarga hasil uji lab sampel darah yang diambil menunjukkan hasil positif menderita penyakit kaki gajah.
Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Simeulue saat ini sudah melaporkan kejadian ditemukannya penyakit kaki gajah kepada Kementerian Kesehatan.
“Hingga kini dari Kemenkes sudah mengirimkan obat untuk penderita kaki gajah, dan akan secepatnya diberikan agar dapat mencegah semakin membengkaknya pada bagian kaki penderita penyakit kaki gaja tersebut,” kata Revita Devayan.
Dinas Kesehatan Simeulue melalui Puskesmas Salang akan terus memantau perkembangan kondisi seorang pelajar yang mengalami penyakit kaki gajah.
Penyakit kaki gajah terakhir kali terjadi di Kabupaten Simeulue pada tahun 2018 silam, sementara untuk penularan penyakit kaki gajah berpotensi besar dapat terjadi melalui gigitan nyamuk.
“Kita sangat khawatir adanya penularan yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk melakukan pembersihan bak air maupun pada selokan,”jelas Revita Devayan.
Pihaknya sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten Simeulue dapat dengan serius terhadap ditemukannya kembali penyakit kaki gajah yang dialami oleh seorang pelajar, sebab jenis penyakit ini merupakan penyakit yang sudah langka.
Editor: Redaktur TVRINews
