Penulis: Freddy Ladi
TVRINews, Sumba Barat Daya
Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menghadapi krisis air bersih yang serius, hampir seluruh kecamatan merasakan kesulitan mendapatkan pasokan air yang cukup. Situasi semakin memburuk setelah daerah ini ditetapkan sebagai daerah siaga kekeringan.
Di Kecamatan Wewewa Timur, volume air di sejumlah mata air mulai menurun secara perlahan, meningkatkan kekuatiran di kalangan penduduk setempat. Salah satu desa yang terkena dampaknya adalah Desa Kalembu Dara Mane, khususnya warga di Kampung Bondo Lemo, Kampung Lewata, dan Kampung Bondo Kapulota yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Mata Air We'e Paboba merupakan satu-satunya sumber mata air bagi masyarakat di wilayah ini. Saat musim hujan, air berlimpah ruah, tetapi selama musim kemarau, rembesan air sangat terbatas.
Delsiati Milla, seorang warga Desa Kalembu Dara Mane, mengungkapkan bahwa ia bersama dengan puluhan warga lainnya harus mengantri berjam-jam hanya untuk mendapatkan air bersih. Bahkan untuk satu ember berukuran lima liter, mereka harus menunggu hingga satu jam.
Baca juga: Save the Children Indonesia Membangun Rumah Belajar dan Fasilitas Air Bersih
Kampung Bondo Lemo, Kampung Lewata, dan Kampung Bondo Kapulota semuanya bergantung pada Mata Air We'e Paboba untuk kebutuhan minum mereka. Mereka harus rela mengantri berjam-jam setiap hari untuk mendapatkan air bersih.
"Sekarang kami sangat kesulitan air bersih, kami harus antri berjam-jam bersama puluhan warga di mata air We'e Paboba. Kami sangat menderita soal kebutuhan air bersih," imbuh Delsiati Milla kepada TVRINews di sumber mata air We'e Paboba.
Di tengah kesulitan ini, sebagian warga terpaksa membeli air bersih melalui pengiriman tanki dengan harga yang mencapai Rp 120.000 hingga Rp 150.000 untuk lima ribu liter air.
Dalam situasi yang memprihatinkan ini, warga Desa Kalembu Dara Mane dan sekitarnya sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya agar dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka akan air bersih.
Editor: Rina Hapsari
