Penulis: Freddy Ladi
TVRINews, Sumba Barat Daya
Rumah Sakit Karitas Weetebula menghadapi tantangan kebutuhan darah yang mencapai 200 kantong setiap bulannya. Kekurangan stok darah telah menjadi masalah yang sulit bagi tenaga medis di rumah sakit Karitas Weetebula saat melayani pasien yang membutuhkan darah dalam waktu singkat.
Dokter Yohanes Niko Santoso Pambudi, dokter di rumah sakit Karitas Weetebula, mengatakan bahwa mereka sering harus mengambil stok darah di Kabupaten Sumba Barat, yang memiliki Palang Merah Indonesia yang aktif dalam penggalangan donor darah.
"Kebutuhan donor darah di Rumah Sakit Karitas Weetebula sangat tinggi, dalam satu bulan saja kami bisa membutuhkan 150 hingga 200 kantong darah" terang dokter Niko kepada TVRINews, 18 September 2023.
Baca Juga: Pj Gubernur Sultra Harap Pemilu 2024 Aman dan Damai
Meskipun Kabupaten Sumba Barat juga menghadapi kekurangan darah, Palang Merah Indonesia di sana tetap berusaha membantu. Namun, situasinya berbeda di Kabupaten Sumba Barat Daya, yang masih dalam proses pembentukan PMI dan belum memiliki aksi penggalangan donor darah.
"Kabupaten Sumba Barat Daya juga mempunyai PMI, hanya masih dalam pembentukan pengurus"imbuhnya.
Untuk mengatasi masalah ini, rumah sakit Karitas Weetebula telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk TNI Kodim 1629 Sumba Barat Daya, Polres Sumba Barat Daya, dan bahkan Perhubungan Bandara Lede Kalumbang. Pada aksi donor darah terbaru di Bandara Lede Kalumbang, sebanyak 67 orang mendaftar sebagai pendonor, dan berhasil mengumpulkan 40 kantong darah.
Kepala Bandara Lede Kalumbang, Agus Priyatmono, menyambut baik upaya kemanusiaan ini. Ia berharap agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan darah yang tinggi di Kabupaten Sumba Barat Daya. Agus juga mengajak lembaga lainnya untuk melakukan langkah serupa, karena setiap tetes darah memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkannya.
Baca Juga: Residivis Ujaran Kebencian Kembali Ditangkap Ditreskrimsus Polda Sultra
Editor: Redaktur TVRINews
