
Harga Kopi di Pagar Alam Turun Jelang Puncak Panen
Penulis: Haikal
TVRINews, Pagar Alam
Musim panen puncak kopi yang seharusnya membawa angin segar bagi para petani di Kota Pagar Alam justru diwarnai kekhawatiran. Harga jual komoditas andalan ini mulai mengalami penurunan sejak dua pekan terakhir.
Kopi yang menjadi sumber utama penghasilan mayoritas masyarakat Pagar Alam kini tidak lagi memberikan hasil maksimal. Menurut Dimyati Rais, agen kopi sekaligus tokoh masyarakat setempat, harga kopi yang semula sempat menyentuh Rp73 ribu per kilogram kini merosot menjadi Rp65 ribu.
“Untuk musim sekarang, Mei ini harganya ada penurunan terus dari 73 ribu sampai 65 ribu rupiah,” jelas Dimyati Rais.
Ia menambahkan bahwa penurunan harga ini sudah mulai terasa sejak 15 hari terakhir. Hal ini menjadi keprihatinan tersendiri, mengingat selama tiga tahun terakhir harga kopi sebenarnya berada di titik rata-rata tertinggi yang pernah dicapai.
Meski begitu, dengan turunnya harga di saat masa panen baru dimulai, dikhawatirkan akan berdampak besar terhadap kesejahteraan para petani. Dimyati Rais pun berharap harga kopi bisa kembali stabil atau bahkan meningkat, demi menjaga perekonomian masyarakat Pagar Alam yang sebagian besar menggantungkan hidup dari hasil kebun kopi.
Pemerintah daerah diharapkan turut turun tangan memantau fluktuasi harga serta memberikan solusi konkret agar para petani tidak merugi di tengah musim panen yang seharusnya menjadi puncak pendapatan mereka.
Baca Juga:
| Viral bullying di SMP 31 Palembang, Kepala Sekolah Harapkan Peran Serta Orang Tua |
Editor: Redaksi TVRINews
