
Sekolah Rakyat Di NTT Segera Beroperasi Juli, 100 Anak Siap Masuk Asrama
Penulis: Thomy Mirulewan
TVRINews, NTT
Program Sekolah Rakyat (SR), salah satu inisiatif nasional Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Gibran untuk mengatasi kemiskinan dan angka putus sekolah, akan mulai diterapkan secara bertahap di seluruh Indonesia. Untuk tahap awal pada tahun ajaran 2025/2026, pelaksanaan perdana dimulai di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kabupaten Kupang.
Sekolah ini akan beroperasi di Sentra Efata Kupang - UPT Kementerian Sosial, yang berlokasi di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur. Sentra Efata selama ini menjadi tempat tinggal anak-anak dari berbagai wilayah NTT yang mengalami keterbatasan ekonomi, mental, maupun disabilitas.
Kepala Sentra Efata Kupang, Tota Oceanna Zonneveld memastikan, Sekolah Rakyat dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan mulai berjalan pada Senin, 14 Juli 2025, bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
“Kami pastikan tanggal 14 Juli 2025 nanti saat semua anak sekolah masuk setelah libur kenaikan kelas, Sekolah Rakyat (SR) tingkat SMP mulai beroperasi atau dapat berjalan seperti sekolah reguler lainnya,” ujar Tota saat ditemui di lokasi Sentra Efata Naibonat, dikutip Rabu, 18 Juni 2025.
Fasilitas pendukung kini tengah disiapkan oleh Kementerian Sosial, mencakup ruang kelas, ruang guru, asrama, hingga perlengkapan belajar dan tempat ibadah.
“Proses persiapan sudah sampai 65 persen pada bulan Juni ini yang meliputi pekerjaan ruang belajar, meja kursi, papan tulis, buku-buku pedoman, ruang perpustakaan, laboratorium, ruang guru, asrama siswa/siswi, dan sarana olahraga serta rumah ibadah untuk tiga agama,” kata Tota.
Sebanyak 100 calon siswa telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Kupang dan kini tengah mengikuti pembekalan didampingi orang tua di Sentra Efata menjelang dimulainya masa belajar.
“Kita sudah lakukan seleksi untuk calon siswa dan siswi. Saat ini mereka tengah mengikuti pembekalan didampingi langsung oleh orang tua di Sentra Efata menjelang mereka mulai tinggal dan sekolah di SR nanti pada Juli ini,” jelasnya.
Untuk tenaga pengajar dan kepala sekolah, seleksi masih berlangsung. Para pendidik akan diangkat dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) khusus untuk Sekolah Rakyat.
“Untuk pengajar dan kepala sekolah sedang dalam proses seleksi dan kita harapkan dalam minggu-minggu ini semua sudah selesai untuk segera mempersiapkan proses belajar mengajar nanti,” ucap Tota.
Sementara itu, menurut Irwan Firmansyah dari PM Nindya-Adhi KSO, pelaksana proyek renovasi, Sentra Efata merupakan salah satu dari 65 lokasi tahap pertama yang ditargetkan rampung pada awal Juli mendatang.
“Untuk program SR tahap satu kita saat ini tengah menangani sedikitnya 65 lokasi yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia termasuk NTT dengan target akan selesai pada awal bulan Juli mendatang agar bisa dimanfaatkan pada saat dimulainya proses belajar mengajar di tahun ajaran baru 2025/2026 nanti,” jelas Irwan.
Ia menyebutkan bahwa pekerjaan fisik yang dimulai pada Mei 2025 sudah mencapai 65 persen hingga pertengahan Juni.
“Fisik kita sampai dengan minggu ke-2 bulan Juni ini sudah mencapai 65 persen dengan target selesai pada tanggal 5 Juli 2025 mendatang,” ujar Irwan.
Proyek mencakup renovasi lebih dari 20 bangunan termasuk sarana olahraga dan fasilitas pendukung lain.
“Kita kejar sampai batas waktu semua sudah selesai, terutama meja kursi yang saat ini dalam proses pengadaan dan sudah berada di lokasi. Jadi semua untuk sementara tidak ada kendala lapangan,” katanya.
Pemerintah pusat mengalokasikan lebih dari Rp320 miliar untuk tahap pertama program ini. Dana tersebut digunakan untuk membangun sarana dan prasarana di 65 lokasi, sebagian besar memanfaatkan aset milik Kementerian Sosial.
Untuk tahap selanjutnya, pemerintah akan menyiapkan anggaran pembangunan sekolah dan fasilitas untuk semua jenjang pendidikan. Sementara kebutuhan lahan akan ditangani oleh pemerintah daerah masing-masing.
Baca Juga: Pengadaan Randis dan Studi Banding ke Bali, DPRD Polman Tuai Protes
Editor: Redaktur TVRINews
