Penulis: Ambika
TVRINews, Lombok
Tekad kuat untuk menunaikan ibadah haji ditunjukkan oleh seorang pekerja jasa penggilingan padi keliling, Midrah. Warga Dusun Karang Langko, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), ini mendaftarkan haji menggunakan uang logam pecahan Rp1.000 dan Rp500.
Kedatangan Midrah bersama istri dan orang tuanya ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat menarik perhatian karena membawa uang logam senilai Rp8,6 juta. Uang tersebut dikumpulkan selama dua tahun dari penghasilan harian antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, dan disetorkan langsung ke bank penerima setoran haji setelah proses administrasi selesai.
“Saya menabung secara bertahap dengan menyisihkan sebagian pendapatan dan menyimpannya dalam galon sebagai bentuk ikhtiar mewujudkan keinginan berhaji untuk istri dan ayah,” tutur Midrah, Kamis, 22 Mei 2025.
Baca Juga: Cegah Kekerasan Seksual, Ponpes Jihadul Muslimin Perkuat Pengawasan Internal
Sementara itu Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, Lale Puspasari, menyatakan ini merupakan kali pertama pihaknya menerima setoran pendaftaran haji dalam bentuk uang logam.
“Apa yang dilakukan Midrah diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya,” ujar Lale Puspasari.
Berdasarkan data dari Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, saat ini terdapat sekitar 2.500 orang dalam daftar tunggu haji dengan perkiraan masa tunggu keberangkatan mencapai 36 tahun ke depan.
Editor: Redaktur TVRINews
