
Cegah Kekerasan Seksual, Ponpes Jihadul Muslimin Perkuat Pengawasan Internal
Penulis: Ambika
TVRINews, Kabupaten Lombok Timur
Pimpinan Pondok Pesantren Jihadul Muslimin di Desa Lando, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur, menyampaikan keprihatinan atas maraknya kasus kekerasan seksual yang dialami santri di sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Pondok Pesantren Jihadul Muslimin, Saprudin, menilai perlu ada langkah serius untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Pengawasan ketat di lingkungan pesantren dianggap menjadi salah satu cara mencegah berbagai bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual.
“Kami ingin lingkungan pesantren menjadi tempat yang benar-benar aman dan nyaman bagi anak-anak,” ujar Saprudin, Kamis, 22 Mei 2025.
Pihak pondok terus berupaya menjaga ketenangan santri dalam menjalani kegiatan belajar melalui pengawasan internal, pemisahan ruang kegiatan antara santri putra dan putri, serta penempatan guru pendamping sesuai jenis kelamin siswa. Langkah-langkah ini dinilai sebagai bentuk kontrol penting untuk mencegah penyalahgunaan dalam proses pendidikan.
Baca Juga: Puluhan Dokumen Diamankan, Polri Beberkan Hasil Penelusuran Kasus Ijazah Jokowi
Saprudin juga mendorong peningkatan aktivitas positif bagi santri melalui kegiatan ekstrakurikuler yang membangun karakter dan mengarahkan energi mereka ke hal-hal produktif. Pengawasan khusus di area asrama putri disebut sebagai salah satu fokus penting yang membutuhkan tanggung jawab penuh dari para pengasuh.
“Kami berharap semua pihak, termasuk orang tua dan tenaga pendidik, ikut terlibat dalam menciptakan ruang belajar yang benar-benar aman,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, ia mengusulkan pemasangan informasi mengenai sekolah ramah anak di berbagai sudut lingkungan sekolah serta penguatan pengawasan terhadap interaksi antara guru dan murid. Kolaborasi antara tenaga pendidik, orang tua, dan pimpinan lembaga diharapkan mampu mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang anak di pesantren.
Editor: Redaktur TVRINews
