Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Lamongan
Penyidikan atas musibah kecelakaan yang terjadi di jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu kini masih terus dilakukan oleh petugas kepolisian setempat, sejak Minggu malam pasca musibah tragis ini.
Tim Disaster Victim Identivication Rumah Sakit dokter Hartoyo Lumajang berhasil melakukan identifikasi terhadap sebelas korban meninggal akibat kecelakaan kereta api di Desa Ranu Pakis , Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang yang terjadi pada Minggu, 19 November 2023 malam, 6 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Sedangkan 1 orang korban meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki masih proses identifikasi sepenuhnya.
Para korban meninggal dunia adalah Riyono warga Babatan Surabaya, Yelis Agustina, Warga Dukuh Pakis Surabaya, Gatot cahyono warga Gubeng Surabaya, Nur Muhamad warga Karang Pilang Surabaya, Sumarti warga Pakis Surabaya, Sri Rahayu, warga Simo Mulyo Baru Surabaya, Titik Ristianti, warga Putat Jaya Surabaya, Suyono, warga Tandes Surabaya dan Soekarnoto, warga Sawahan Surabaya.
"Saat ini sebanyak empat korban luka masih menjalani perawatan medis atas nama Warsito , 60 tahun warga Banyu Urip Wetan, Sawahan Surabaya. Bayu Trinanto (58 thn) warga Kembang Kuning Kulon Sawahan Surabaya. Ardhika (57 thn) warga Perumahan Grand Hasanah, Surabaya dan Sri Rahayu (8thn) warga Simo Mulyo Baru Surabaya," kata Kapolres Lumajang AKBP Boy Jeckson Situmorang.
Seperti diinformasikan bahwa Kereta Api Probowangi jurusan Banyuwangi - Surabaya mengalami kecelakaan di ruas jalur Randuagung - Klakah, Jalur Perlintasan (JPL) 63, KM 139, Dusun Prayuana, Desa Ranu Pakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu, 19 November 2023.
Kereta menabrak sebuah minibus bernomor polisi N 7646 T pada pukul 19.53 WIB. Minibus itu terseret sekitar 50 meter.
Baca Juga: Polresta Samarinda Tindaklanjuti Kasus Harimau Serang Manusia
Editor: Redaktur TVRINews
