Penulis: Andi Husain
TVRINews, Karangasem
Hampir sepekan pasca banjir bandang yang melanda Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, puluhan rumah di Banjar Dinas Tengading masih terendam air. Dari sebelumnya setinggi dada orang dewasa, ketinggian air kini turun menjadi setinggi pinggang hingga lutut orang dewasa.
Sebanyak 99 kepala keluarga atau sekitar 310 warga terdampak, masih mengungsi secara mandiri di rumah kerabat dan keluarga mereka. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem terus berupaya memompa air ke aliran sungai agar genangan segera surut, sehingga warga bisa membersihkan lumpur sisa banjir.
"Hari ini adalah hari ketujuh setelah banjir melanda Desa Antiga Kelod. Pagi ini hujan turun, sehingga air kembali menggenangi 35 warga yang terdampak. Kemarin sudah diupayakan menyedot air ke sungai, tapi hujan hari ini membuat air kembali masuk ke permukiman," ujar Kapolsek Manggis, Kompol I Made Suadnyana.
Baca Juga: Gubernur Bali Hentikan Izin Alih Fungsi Lahan Produktif Mulai 2025
Untuk menjaga keamanan rumah warga yang ditinggal mengungsi, anggota Polsek Manggis melakukan patroli rutin di area permukiman terdampak.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi aliran sungai dan membangun jaringan drainase di dusun mereka agar banjir tidak terus terjadi saat hujan lebat.
Editor: Redaktur TVRINews
