Writer: Oldie Efriyansyah
TVRINews, Sumatera Selatan
Tingginya curah hujan sepekan terakhir membuat sungai Lematang di Kelurahan Puyuputat Kota Prabumulih meluap, akibatnya ratusan rumah warga di wilayah ini pun terendam banjir.
Tidak hanya rumah, kebun dan akses jalan alternatif yang menghubungkan kota Prabumulih dan Kabupaten Pali terancam putus.
Banjir kiriman yang sering terjadi setiap tahun ini setidaknya merendam warga di RW 5, 7, 8, 9 dan 10 Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat.
Menurut Rumisay satu diantara ibu rumah tangga warga Payuputat mengungkapkan banjir yang terjadi sudah hampir dua pekan terakhir.
"Banjir ini sudah dua minggu karena sungai lematang meluap, karena di hulu sungai hujan deras," katanya, Senin (3/3/2025).
Rumisay berharap Pemerintah kota dapat memberikan bantuan, karena akibat banjir ini warga mengalami kendala, karena lahan perkebunan karet warga juga ikut terendam banjir.
"Kami berharap pemerintah memberikan bantuan dan segera menindak lanjuti bencana ini, karena kami tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Rumisay.
Hal yang sama disampaikan Murdani, warga lainnya yang mengungkapkan akibat banjir tersebut aktivitas warga menjadi terganggu dan tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Aktivitas biasanya seperti nyadap karet, berkebun dan lain-lain tidak bisa dilakukan karena banjir ini," katanya seraya mengharapkan bantuan pemerintah.
Sementara itu pantauan dilapangan, ketinggian air berpariatif antara mata kaki hingga paha orang dewasa. Sementara banjir yang paling parah yaitu terjadi pemukiman warga yang berada persis di bantaran sungai Lematang.
Editor: Redaktur TVRINews
