
Kapal Pacific 88 Miring di Tanjung Perak, Satu Pekerja Tewas
Writer: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Kapal Pacific 88 mengalami kemiringan saat proses bongkar muat di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin, 2 Februari 2026. Insiden ini menyebabkan ratusan peti kemas roboh dan satu orang tenaga kerja bongkar muat ditemukan meninggal dunia.
Kemiringan kapal terjadi ke arah daratan sehingga keseimbangan kapal terganggu. Sejumlah peti kemas di sisi dekat dermaga jatuh ke laut saat aktivitas bongkar muat berlangsung.

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 segera melakukan langkah tanggap darurat usai menerima laporan kejadian. Proses evakuasi peti kemas melibatkan Basarnas, Ditpolairud, BPBD, serta instansi terkait lainnya.
Tim SAR menemukan satu korban jiwa yang merupakan tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak. Korban diketahui berinisial K, berusia 68 tahun.
Direktur Polisi Air dan Udara Polda Jawa Timur, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, menjelaskan insiden bermula saat Kapal Pacific 88 menjalani aktivitas bongkar muat di Terminal Jamrud. Kapal tiba-tiba miring hingga satu peti kemas jatuh ke laut, kemudian disusul peti kemas lain.
Ditpolairud Polda Jawa Timur langsung menerjunkan tim gabungan untuk mengamankan tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan awal.
Soal penyebab kemiringan kapal, Arman menegaskan proses investigasi masih berjalan. Karlinda menjelaskan, Pelindo Regional 3 telah mengambil langkah tanggap darurat sejak awal laporan diterima.
”Kami langsung berkoordinasi intensif dengan KSOP, Basarnas, Polairud, dan unsur terkait ya, untuk keselamatan personel dan kelancaran penanganan insiden, kita masih melakukan investigasi terkait musibah ini , terdapat satu korban meninggal dunia berinisial K berusia 68 tahun yang merupakan tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,“ ujar Kombes Pol Arman, Senin 2 Februari 2026.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi jatuhnya peti kemas guna memastikan tidak ada korban lain.
Ditpolairud Polda Jawa Timur memastikan koordinasi lintas instansi maritim terus dilakukan untuk mengungkap faktor utama penyebab ketidakseimbangan kapal saat proses operasional berlangsung.
Editor: Redaksi TVRINews
