
Motif Baru Batik Segoro Amarto Geliatkan Ekonomi Lokal Yogyakarta
Writer: Paulus Yesaya Jati
TVRINews, Yogyakarta
Kota Yogyakarta resmi meluncurkan motif batik baru bernama Segoro Amarto, sebagai simbol semangat baru gotong royong seluruh warga.
Batik ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan pelaku UMKM setempat dalam proses produksinya.
Peluncuran motif Segoro Amarto dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta. Motif ini merupakan transformasi dari batik lama dengan penyegaran desain, tanpa menghilangkan makna filosofis aslinya.
Desain pemenang karya Aruman ini menampilkan sejumlah elemen simbolik. Terdapat motif peksi bulu 10 yang diciptakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang bermakna kemajuan dan perkembangan.
Ornamen sedulur papat menggambarkan pelindung manusia sejak dalam kandungan hingga akhir hayat. Sementara itu, unsur asam jawa dan sawo kecik melambangkan semangat muda yang senantiasa diliputi kebaikan.
Baca Juga: Angka Kemiskinan Mataram 2024 Turun
Motif ini juga menyertakan simbol Tugu Pal Putih, pena, dan canting, yang masing-masing menyiratkan makna manunggaling kawula gusti, Kota Pendidikan, serta Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia.
Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menerbitkan peraturan wali kota yang mewajibkan seluruh ASN dan pelajar SD, SMP, serta SMA di wilayahnya mengenakan seragam bermotif Segoro Amarto.
Terdapat lebih dari 6.000 pegawai ASN dan 70.000 pelajar yang akan menggunakan batik ini sebagai seragam resmi.
“Batik ini akan segera digunakan. Saya ingin pemesanan batik cap ini diperbanyak agar perputaran ekonominya terbantu. Ini perlu menjadi prioritas,” ujar Hasto Wardoyo.
Dalam pelaksanaannya, Koperasi Merah Putih akan menjadi ujung tombak penyediaan bahan baku dan distribusi batik tersebut. Langkah ini sekaligus mendukung program ekonomi kerakyatan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Editor: Redaktur TVRINews
