Writer: Dicky Zulkarnain
TVRINews, Samarinda
Potensi besar tambang pasir silika di Kalimantan Timur kini menjadi perhatian publik. Di tengah polemik masyarakat yang khawatir terhadap dampak kerusakan lingkungan, para pengusaha tambang menegaskan komitmennya untuk menerapkan praktik penambangan yang ramah lingkungan.
Dalam keterangannya Ketua DPW Pertamisi Kaltim, Tandi Soenarto, mengungkapkan bahwa tiga danau di Kabupaten Kutai Kartanegara menyimpan cadangan pasir silika terbesar di wilayah tersebut. Meski demikian, Tandi memastikan bahwa lokasi tambang tidak akan berada di area danau.
“Penambangan akan dilakukan di lokasi yang berjarak hingga 10 kilometer dari kawasan danau,” kata Tandi, kepada tvrinews.com, pada Kamis, 19 Desember 2024.
Sementara itu, akademisi dan pengamat lingkungan dari Universitas Mulawarman, Ibrahim, menegaskan pentingnya regulasi yang ketat dan pengawasan serius terhadap aktivitas tambang pasir silika. Ia menilai, potensi besar ini harus dibarengi dengan tanggung jawab besar pula.
“Tambang ramah lingkungan bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga kunci keberlanjutan industri di masa depan,” ucap Ibrahim.
Sebagai langkah lanjut, Pertamisi Kaltim berencana menggelar pertemuan dengan Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait. Agenda utama pertemuan ini adalah membahas regulasi dan memastikan seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
