Writer: Eko Septianto Rasyim
TVRINews, Pangkalpinang
Salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Air Kepala Tujuh, Pangkalpinang, kini mulai menerapkan teknologi mesin pengering ompreng bersuhu tinggi untuk menjaga kebersihan alat makan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi ini menjadi langkah penting dalam menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat, terutama anak-anak sekolah.
Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta adanya pembenahan sistem pencucian alat makan di seluruh dapur penyedia MBG. Arahan tersebut dikeluarkan menyusul evaluasi menyeluruh pemerintah setelah terjadinya kasus keracunan makanan massal di sejumlah daerah.
Menanggapi arahan tersebut, dapur SPPG Air Kepala Tujuh telah melengkapi fasilitasnya dengan tiga unit mesin pengering berbahan stainless steel yang mampu mensterilkan wadah makan dengan suhu tinggi.
Sebelum dikeringkan, ompreng dicuci bersih menggunakan air mengalir, kemudian dimasukkan ke dalam mesin selama 20 menit untuk memastikan semua kuman, bakteri, dan mikroorganisme musnah.
Pemilik dapur, Elly Ratnasari, menjelaskan bahwa penggunaan mesin ini merupakan upaya preventif agar setiap wadah makanan benar-benar higienis sebelum digunakan.
“Prosesnya dimulai dengan mencuci dan mengelap wadah terlebih dahulu, kemudian memasukkannya ke dalam mesin pengering untuk membunuh bakteri, kuman, dan mikroorganisme lainnya. Karena hanya dicuci saja belum tentu semua bakteri atau kuman hilang, maka penggunaan mesin pengering ini penting untuk memastikan bakteri dan kuman tidak berkembang lebih lanjut meskipun wadah tersebut belum sepenuhnya kering,” ujar Elly Ratnasari.
Selain teknologi pengering, dapur SPPG Air Kepala Tujuh juga menerapkan sistem masak dua sesi untuk menyesuaikan kebutuhan gizi berdasarkan usia siswa.
Sesi pertama dilakukan pukul 08.00 pagi untuk siswa TK hingga kelas tiga SD, sedangkan sesi kedua pada pukul 10.00 pagi ditujukan bagi siswa kelas empat SD hingga SMA.
Pengawas dapur, Bambang Heriyanto, menegaskan bahwa pengawasan ketat juga diterapkan dalam setiap proses produksi makanan.
“Untuk menghindari Kejadian Luar Biasa (KLB), kami berupaya melakukan pengawasan secara maksimal dan menyeluruh. Di sini, pengawasan melibatkan Dinas Kesehatan, ahli gizi, kepala SPPG, petugas SPPG, serta bagian akuntansi. Bahkan, semua bahan yang masuk selalu diperiksa dengan teliti untuk memastikan keamanan dan kualitasnya,” kata Bambang.
Penerapan mesin pengering dan sistem pengawasan ketat ini mencerminkan komitmen bersama antara pemerintah dan penyedia dapur SPPG dalam memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan secara aman, higienis, dan tepat sasaran.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah insiden serupa di masa depan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program unggulan pemerintah tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
