
Writer: Lidya Thalia.S
TVRINews, Nagreg
Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di jalur selatan Jawa Barat terus mengalami peningkatan. Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencatat sebanyak 100.288 hingga 137.078 unit kendaraan melintasi Jalan Raya Nagreg hingga Rabu malam, 18 Maret 2026.
Mayoritas kendaraan yang melintas bergerak menuju wilayah Garut dan Tasikmalaya. Kepadatan mulai terjadi sejak sore hingga menjelang malam hari.
Arus kendaraan didominasi oleh sepeda motor dan mobil pribadi yang membawa barang bawaan tambahan, menandakan tingginya mobilitas pemudik yang menuju kampung halaman.
Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rekapitulasi data hingga pukul 19.00 WIB.
“Sampai saat ini, tercatat sebanyak 100.288 hingga 137.078 kendaraan melintas ke arah Garut dan Tasikmalaya,”ujar Eric dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menambahkan, jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, seiring mendekati puncak arus mudik.
“Jumlah kendaraan kemungkinan bisa melampaui angka H-3 tahun lalu yang mencapai 115 ribu kendaraan,”jelasnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, petugas lalu lintas sempat menerapkan rekayasa arus berupa sistem satu arah (one way) di sepanjang jalur Nagreg, tepatnya dari Cikaledong hingga Limbangan, Kabupaten Garut.
Kapospam Cikaledong Nagreg, Rizal Adam, menjelaskan bahwa skema one way telah diberlakukan beberapa kali secara situasional.
“Pada hari ini sudah dilakukan tiga kali one way. Durasinya tidak menentu, sekitar 10 hingga 15 menit, tergantung kondisi di lapangan,”ungkap Rizal.
Penerapan rekayasa lalu lintas ini dilakukan guna mengurai kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran arus mudik di jalur utama tersebut.
Petugas juga mengimbau para pemudik untuk tetap berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama selama perjalanan.
Editor: Redaksi TVRINews
