
.
Writer: Abdullah
TVRINews, Bintan
Di pesisir utara Pulau Bintan, tepatnya di Desa Berakit, berdiri megah sebuah rumah panggung tua yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban Melayu di Kepulauan Riau.
Bangunan bersejarah yang dikenal sebagai Rumah Tua Melayu Desa Berakit ini kini tak hanya menjadi cagar budaya, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Rumah Tua Berakit dibangun sekitar tahun 1906–1908 oleh Haji Jalil, seorang penghulu desa sekaligus tokoh masyarakat setempat. Nilai sejarah dan arsitektur khasnya membuat rumah ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah daerah.
Mengusung gaya arsitektur Melayu klasik dengan sentuhan Eropa, rumah panggung ini mencerminkan akulturasi budaya yang terjadi pada masa lampau.
Pemerintah desa bersama kelompok sadar wisata setempat telah melakukan restorasi terhadap bangunan ini dengan tetap mempertahankan keasliannya mulai dari struktur kayu, jendela besar, hingga ukiran ornamen Melayu yang sarat makna.
Tak hanya sebagai tempat wisata sejarah, kawasan sekitar Rumah Tua Berakit kini juga dikembangkan menjadi ruang edukasi budaya dan sentra kuliner lokal.
Pengunjung dapat menikmati pengalaman wisata yang lebih lengkap, mulai dari mengenal sejarah peradaban Melayu hingga mencicipi hidangan tradisional khas Bintan.
Kepala Desa Berakit, Darusalam mengatakan keberadaan rumah tua ini bukan hanya menjadi peninggalan sejarah keluarga Haji Jalil, tetapi juga menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
"Melalui pengembangan wisata budaya ini, masyarakat dapat merasakan manfaat ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah di sekitar lokasi," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bintan bersama masyarakat berharap, keberadaan Rumah Tua Berakit dapat menjadi simbol pelestarian warisan sejarah dan budaya lokal di tengah arus modernisasi, sekaligus memperkuat identitas daerah Bintan di mata wisatawan domestik maupun internasional.
Editor: Redaktur TVRINews
