Writer: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Jatim
Tradisi unik menyambut musim haji kembali digelar warga Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Disebut Ngater Kajien, tradisi ini menjadi momen istimewa untuk melepas keberangkatan calon jemaah haji dengan menggunakan kapal hias.
Sebanyak 14 calon jemaah haji dari Gili Ketapang diberangkatkan ke Tanah Suci pada Minggu, 25 Mei 2025. Mereka diiringi oleh ratusan warga yang dengan penuh semangat ikut mengantar ke dermaga menggunakan puluhan kapal yang dihias meriah.
Kapal-kapal tersebut dicat warna-warni, dipasangi pernak-pernik, bahkan dilengkapi sistem suara (sound system), menciptakan suasana penuh suka cita di tengah laut. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tapi juga ungkapan syukur dan doa bersama.
Taufik Hidayat, salah satu calon jemaah haji, mengungkapkan rasa bahagianya bisa berangkat haji bersama istri dan anaknya melalui KBIH Haramain.
"Persiapan tadi mulai jam 7 pagi, ada 5 rombongan dari KBIH Haramain. Saya naik haji bertiga, saya, istri, dan anak. Warga yang mengiringi kurang lebih 200 orang naik di 3 kapal. Ini sudah menjadi tradisi warga Gili Ketapang saat musim pemberangkatan haji. Nabungnya sejak tahun 2012 untuk 3 orang," tuturnya.
Calon jemaah lainnya, Abdurrahman Wajib, mengaku terharu akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci setelah menunggu antrean selama 13 tahun.
“Alhamdulillah setelah 13 tahun menanti akhirnya Allah mengabulkan doa-doa kita. Mohon doanya semoga kami bisa menyelesaikan ibadah dengan lancar,” ucapnya.
Setiap kapal membawa satu calon jemaah haji dan diiringi sekitar 100 hingga 150 orang kerabat, tetangga, serta teman dekat. Suasana haru dan semangat religius menyatu dengan semarak perayaan yang berlangsung di atas laut.
Tradisi Ngater Kajien ini berakhir di titik pemberangkatan haji di kawasan wisata religi Miniatur Ka'bah, Desa Curah Sawo, Kecamatan Gending, Probolinggo. Lokasi tersebut menjadi titik kumpul dan seremonial resmi sebelum para jemaah diberangkatkan ke Embarkasi Surabaya.
Tahun ini, Kabupaten Probolinggo memberangkatkan 894 jemaah haji, yang tergabung dalam Kloter 83, 84, dan 85 Embarkasi Surabaya. Mereka diberangkatkan secara bergelombang sepanjang hari Minggu dari Miniatur Ka'bah.
Tradisi Ngater Kajien menjadi simbol eratnya ikatan sosial dan semangat religius masyarakat Pulau Gili Ketapang. Meski harus berpisah sementara dengan orang tercinta, warga mengiringi keberangkatan jemaah dengan penuh sukacita, harapan, dan doa.
Baca Juga: Kodim 1307/Poso Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Editor: Redaksi TVRINews
