Writer: Jatmiko Hadi
TVRINews, Yogyakarta
Sejumlah tiang penerangan jalan umum (PJU) di Jembatan Kabanaran atau Jembatan Pandansimo, yang berada di jalur lintas selatan penghubung Kabupaten Kulonprogo dan Bantul, roboh diduga akibat diterjang angin kencang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sedikitnya terdapat lima tiang PJU yang ambruk. Tiang-tiang tersebut menutup jalur pedestrian di sisi kanan maupun kiri jembatan sehingga mengganggu akses pejalan kaki.
Ambruknya sejumlah tiang PJU di sepanjang Jembatan Kabanaran yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kulonprogo ini pertama kali diketahui sejak dua hingga tiga hari terakhir.
Beberapa tiang dengan tinggi hampir 10 meter tampak patah di bagian tengah atau pada sambungan logam, sehingga jatuh dan menimpa area pedestrian.
Robohnya tiang-tiang tersebut diduga terjadi setelah kawasan itu diterpa angin kencang beberapa waktu lalu.
Hingga Senin, 9 Maret 2026, sejumlah patahan tiang masih belum disingkirkan. Kondisi ini menyebabkan jalur pedestrian tertutup dan mengganggu aktivitas pejalan kaki yang melintas di jembatan tersebut.
Selain patah, sebagian tiang PJU juga terlihat mulai mengelupas dan mengalami korosi akibat karat. Selain lima tiang yang telah roboh, diperkirakan masih terdapat beberapa tiang lainnya yang mengalami kondisi serupa sehingga berpotensi ambruk dan membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah warga berharap kejadian robohnya tiang PJU di Jembatan Kabanaran ini segera mendapat perhatian dari pihak pengelola maupun pemerintah terkait.
Pasalnya, menjelang libur Lebaran, Jembatan Kabanaran diperkirakan akan menjadi salah satu jalur alternatif bagi pemudik di kawasan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Editor: Redaktur TVRINews
