Penulis: Aswan
TVRINews, Kendari
Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah nyata Kementerian Sosial dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem melalui penyediaan layanan pendidikan bermutu bagi anak-anak kurang mampu. Program ini bahkan masuk dalam 11 program prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, yang menyasar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,6 triliun secara nasional untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat. Targetnya, sebanyak 65 bangunan milik Kementerian Sosial dan pemerintah daerah akan direnovasi dan difungsikan sebagai Sekolah Rakyat.
Di Provinsi Sulawesi Tenggara, Sentra Meohai Kendari yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial ditunjuk sebagai lokasi pertama pelaksanaan Sekolah Rakyat di wilayah tersebut.
Kepala Sentra Meohai Kendari, Iman Imaduddin Hamdan, menjelaskan bahwa pihaknya terus memaksimalkan persiapan program Sekolah Rakyat, mulai dari pembangunan fisik hingga penyiapan sumber daya manusia.
“Hingga saat ini, pihaknya terus memaksimalkan persiapan dan progres Sekolah Rakyat, mulai dari bangunan, verifikasi siswa, tenaga pengajar dan kepala sekolah, dan diharapkan akan bisa berjalan pada tahun ajaran 2025–2026 mendatang,” jelas Iman.
Sekolah Rakyat ini setara dengan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan akan menerapkan kurikulum formal yang didukung oleh tenaga pendidik berkualitas dan fasilitas memadai. Selain pembelajaran akademik, siswa juga akan mendapatkan pembinaan karakter dan pendampingan profesional secara intensif.
Para siswa akan tinggal di asrama yang telah disiapkan, guna menunjang proses belajar dan pembentukan karakter secara lebih menyeluruh.
Baca Juga: Tinjau Puskesmas Sukorejo Blitar, Wapres Gibran Janjikan Fasilitasi Alkes
Editor: Redaktur TVRINews
