
Penulis: Abby Aditya
TVRINews - Bandung
Manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf atas insiden bayi yang nyaris tertukar dengan pasien lain, yang sebelumnya viral di media sosial. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik dan mendorong evaluasi internal di lingkungan rumah sakit.
Dalam keterangan resminya, pihak RSHS menyatakan akan melakukan pembenahan menyeluruh sebagai tindak lanjut dari kejadian yang dialami oleh Nina Saleha. Evaluasi ini dilakukan untuk memastikan standar pelayanan dan keamanan pasien tetap terjaga.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut menyoroti insiden tersebut dan menyerahkan proses pendalaman kepada manajemen rumah sakit. Meski demikian, Pemprov menegaskan pentingnya langkah korektif yang komprehensif.
“Pemprov Jabar sebagai pengawas dan pembina RSHS menekankan pentingnya audit menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. Dalam kasus ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan koordinasi lintas pihak, termasuk Dinas Kesehatan dan manajemen RSHS,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman.
Herman juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan masyarakat yang menjadi tanggung jawab negara.
Pemprov Jawa Barat memastikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk menjamin akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menerbitkan kebijakan yang menegaskan tidak boleh ada penolakan pasien dengan alasan administratif, termasuk persoalan kepesertaan BPJS.
Editor: Redaksi TVRINews
