
Penulis: Dhian Adhie
TVRINews, Yogyakarta
Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan peninjauan langsung ke area persawahan di Desa Banyurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Mentan didampingi oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran dinas terkait untuk melihat efektivitas bantuan pompa air melalui program pompanisasi yang digagas Kementerian Pertanian.
Program pompanisasi ini dirancang untuk meningkatkan produksi gabah dan beras nasional melalui optimalisasi luas tambah tanam. Skema yang diterapkan adalah dengan mempertahankan luas lahan yang ada, namun meningkatkan intensitas penanaman. Sasarannya adalah lahan kering atau daerah upland, sehingga lahan sawah yang sebelumnya hanya mampu panen satu kali dalam setahun diharapkan dapat meningkat menjadi dua hingga tiga kali panen.
Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp4 hingga Rp5 triliun, untuk mendukung keberlangsungan program pompanisasi di seluruh wilayah Indonesia.
“Pompanisasi ini sudah berjalan. Lahan yang sebelumnya hanya panen satu kali kini bisa menjadi tiga kali karena pompa sudah terpasang. Harapan kami, seluruh lahan kering di Indonesia yang sebelumnya panen satu kali bisa menjadi dua kali. Kami telah menganggarkan Rp4 hingga Rp5 triliun untuk program ini. Jika kita mampu menjangkau satu juta hektare, dengan asumsi produksi enam ton per hektare, maka akan ada tambahan produksi sekitar enam juta ton gabah. Ini akan mempercepat peningkatan produksi, seiring dengan program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa,” ujar Amran pada 16 April 2026.
Dampak positif dari program ini turut dirasakan langsung oleh para petani di lapangan. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Banyurip, Sarju, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut karena telah meningkatkan frekuensi tanam di desanya secara signifikan.
“Dulu hanya bisa satu kali tanam, sekarang sudah bisa tiga kali tanam padi. Alhamdulillah, hasilnya juga sudah bisa dijual ke Bulog melalui kelompok tani,” ungkap Sarju pada 16 April 2026.
Berdasarkan data resmi Kementerian Pertanian, produksi beras pada tahun 2025 telah mengalami kenaikan sebesar 13,29 persen atau sekitar 4 juta ton dibandingkan tahun 2024. Melalui keberlanjutan program pompanisasi ini, pemerintah optimis produksi gabah dan beras akan terus merangkak naik, sejalan dengan visi swasembada pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Editor: Redaksi TVRINews
