Penulis: Rhomadan Cerbitakasa
TVRINews, Jambi
Berada di Wilayah Perkotaan, biasanya Sekolah diserbu pelamar saat Pendaftaran Peserta Didik Baru. Namun, tidak berlaku di Kabupaten Merangin, seperti SMA Negeri 7 Merangin.
Selama satu tahun terakhir, sekolah itu hanya mendapat siswa kurang dari 10 Orang. Seperti tahun ajaran 2024-2025, SMA Negeri 7 Merangin hanya mendapat 8 siswa baru.
Jika ditotal jumlah siswa dari kelas 10 sampai kelas 12, Merangin hanya memiliki 39 murid dengan rincian kelas X sebanyak 8 Orang, Kelas XI sebanyak 8 Orang, dan Kelas XII sebanyak 23 Orang.
Kekurangan siswa di sekolah ini diduga ada kecurangan dalam Proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Zonasi. Diduga pihak Sekolah lain masih menerima siswa yang bukan berasal dari wilayah mereka.
Selain itu, disinyalir beredarnya surat memberikan kemudahan mendaftar dari Sekolah lain kepada siswa yang duduk di Kelas II dan Kelas III SMP.
“SMA Negeri 7 pun juga melakukan berbagai upaya menarik minat para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMA yang berusia 34 Tahun ini. Seperti menggratiskan uang komite dan pembuatan seragam sekolah diserahkan ke masing-masing siswa. Namun tetap saja masih minim Peserta Didik Baru,” kata Kepala SMA Negeri 7 Merangin, Risman Saragih, Jumat, 19 Juli 2024.
Akibat minimnya siswa di sekolah yang sempat menjadi sekolah favorit tersebut, keadaan sekolah kini terlihat sepi. Bahkan, beberapa ruangan kelas ditutup. Tidak ada siswa, hanya ada bangku dan meja yang tersusun rapi.
Editor: Redaktur TVRINews
