Penulis: Piat Supriatna
TVRINews, Garut
TNI Angkatan Darat melaksanakan penanaman pohon secara massal di lahan kritis eks perkebunan teh Gunung Panenjoan, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut pada Minggu, 1 Februari 2026. Penanaman itu dilakukan sebagai upaya mencegah bencana alam sekaligus memulihkan ketahanan lingkungan.
Kegiatan penanaman perdana ini merupakan bagian dari program agroforestry yang digelar bersama masyarakat setempat. Ratusan hektare lahan eks perkebunan teh yang telah lama terbengkalai dipilih sebagai lokasi percontohan karena dinilai rawan bencana, khususnya tanah longsor.
Program agroforestry tersebut menerapkan pendekatan penanaman terpadu antara tanaman kehutanan dengan tanaman produktif bernilai ekonomis. Skema ini tidak hanya bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Selain aspek lingkungan, kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu keberlanjutan program agroforestry di wilayah Garut Selatan serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Program ini digagas oleh Tekad 94, wadah alumni Akademi Militer angkatan 1994. Sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Mayor Jenderal TNI Eka Wijaya Permana, bersama para jenderal TNI AD lainnya.
Perwakilan Yayasan Tekad 94, Brigadir Jenderal Hamim Tohari, mengatakan program agroforestry ini merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
"Kehadiran program agroforestry ini tidak menghilangkan aktivitas warga yang selama ini telah bertani di kawasan tersebut. Program justru dirancang untuk tetap bekerja sama dengan masyarakat dengan menambahkan jenis tanaman tertentu guna mengembalikan kelestarian lingkungan," ujar Brigjen Hamim Tohari.
Melalui penanaman pohon secara masif di lahan kritis, TNI AD berharap risiko bencana alam dapat ditekan sekaligus menciptakan kawasan hijau yang produktif dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews
