Penulis: Sunarto
TVRINews, Jember
Ratusan hektar area persawahan di Kawan Pesisir Selatan Kabupaten Jember mengalami kekeringan dampak dari musim kemarau panjang dan cuaca ekstrem. Kondisi tanaman padi yang rusak akibat kekurangan air membuat petani mengalami gagal panen.
Saluran irigasi yang biasa mengairi persawahan milik warga juga terbengkalai. Benih-benih padi milik petani seakan mati segan hidup pun tak mau. Tanah sawah juga kering kerontang, tandus, dan pecah-pecah.
Dari data kelompok Desa setempat, sedikitnya terdapat 600 hektar lahan pertanian di Kawasan Jember Selatan yang mengalami kekeringan dan dipastikan gagal panen.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran, PJ Bupati PPU Pertimbangkan Pengadaan Kendaraan Sewa
"Sedih kami pak, kasian lahan pertanian sawah sebagai mata pencaharian kami, kering dan tidak mendapatkan air akibat saluran irigasi kering. Terdapat 600 hektar persawahan tidak dapat ditanami.
Sementara itu sekitar 1.000 hektar lahan bisa ditanami benih tetapi biayanya membengkak.
“Untuk biaya mengairi sawah karena sulitnya mendapatkan air,” tegas Petani Desa Kepanjen, Sunarto, Selasa, 17 Oktober 2023.
Oleh karena itu, petani berharap Pemerintah turun tangan untuk segera menormalisasi saluran irigasi karena musim kemarau masih cukup lama sedangkan lahan pertanian warga masyarakat terancam gagal panen.
Baca Juga: 1 Bangunan dan 4 Kendaraan Dilalap Si Jago Merah
Editor: Redaktur TVRINews
