Penulis: Ady Mata Ratu
TVRINews, Kupang
Sekelompok dosen dan mahasiswa dari jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana membagikan ilmu mereka dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kepada kelompok kategorial Kaum Bapak GMIT Mizpa Bonen.
Menurut salah satu dosen Agroteknologi, Yoke I Benggu, PKM adalah salah satu tugas utama dosen untuk melaksanakan Tridharma perguruan tinggi.
Adapun ilmu yang diberikan kepada Kaum Bapak GMIT Mizpa Bonen tentang peningkatan produktivitas pertanian melalui pemaafaatan limbah pertanian sebagai pupuk organik yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi.
Baca Juga: Kejati Kepri Beri Penyuluhan Hukum Secara door to door Masyarakat Miskin dan Rentan di Tanjungpinang
"Tujuannya untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan pada kelompok kategorial Kaum Bapak GMIT Mizpa Bonen tentang peningkatan produktivitas pertanian melalui pemaafaatan limbah pertanian sebagai pupuk organik yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi,” kata Yoke, Jumat, 12 Juli 2024.
Yoke berharap agar kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan dapat merangsang dan menciptakan iklim usaha tani yang lebih produktif, efisien dan optimal dalam usaha pertanian dan peternakan.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, karena jika produk-produk ini dibuat dalam jumlah besar dapat dijual kepada petani lain yang membutuhkan.
Sebagai informasi, Kaum bapak GMIT Mizpa Bonen adalah kelompok masyarakat warga gereja GMIT Mizpa Bonen yang terdiri dari kelompok laki-laki yang telah menikah.
Diketahui jumlah kaum bapak yang terdata adalah 230 orang dengan mata pencarian utama sebagai petani lahan kering yang mengusahakan kebun dan memelihara ternak.
Baca Juga: Jambi Menjadi Pilihan Tempat Lokasi Produksi Film
Secara umum jenis ternak besar yang dipelihara adalah sapi atau babi bahkan bisa keduanya, serta luasan lahan yang diusahakan bervariasi antara 0,5-2 Ha.
Kelompok Kaum Bapak ini tersebar dalam beberapa kelompok tani yang ada di Desa Baumata yang jumlahnya mencapai 17 kelompok tani.
Namun dalam keseharian, kelompok tani di daerah tersebut belum memanfaatkan limbah kotoran ternak sebagai pupuk alami yang sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman pertanian mereka.
Editor: Redaktur TVRINews
