
Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews, Cirebon
Puncak arus mudik Lebaran mulai terasa di ruas Tol Trans Jawa, khususnya wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Lonjakan volume kendaraan mendorong petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) untuk mengurai kepadatan menuju arah timur.
Kepadatan arus kendaraan terpantau meningkat sejak pagi hingga siang hari. Penerapan rekayasa lalu lintas ini dilakukan guna memperlancar perjalanan serta meminimalisir antrean panjang di jalur utama.
Di tengah tingginya mobilitas pemudik, penggunaan kendaraan listrik juga menunjukkan peningkatan signifikan. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) menyiagakan sekaligus menambah fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah titik strategis jalur mudik.
Direktur Ritel dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini PLN telah menyiapkan 1.680 unit SPKLU yang tersebar di wilayah Jawa, Sumatera, hingga Bali.

“Penggunaan kendaraan listrik terus meningkat, terutama pada momen mudik. Karena itu, kami memastikan seluruh SPKLU dalam kondisi siap dan dapat digunakan secara optimal oleh para pemudik,” ujarnya, Rabu, 18 Maret 2026.
Ia menambahkan, sebaran SPKLU difokuskan di jalur utama seperti Tol Trans Jawa serta titik-titik strategis lainnya. PLN juga menyiagakan petugas di setiap lokasi untuk membantu pengguna selama proses pengisian daya.
Salah satu titik SPKLU yang ramai dimanfaatkan berada di Rest Area 229B Tol Kanci–Pejagan, Kabupaten Cirebon. Lokasi ini menjadi persinggahan favorit pemudik, terutama saat rekayasa lalu lintas one way diberlakukan.
Sejumlah pemudik tampak memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengisi daya kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan. Waktu pengisian yang relatif cepat menjadi salah satu faktor pendukung kenyamanan perjalanan.
Salah seorang pemudik asal Bandung, Hendrik, mengaku terbantu dengan ketersediaan SPKLU di sepanjang jalur mudik.
“Saya dari Bandung menuju Tegal menggunakan mobil listrik. Dari rumah sudah isi penuh, lalu isi lagi di rest area. Sekarang SPKLU sudah banyak dan mudah ditemukan. Sekali pengisian sekitar 30 menit, jadi tidak terlalu lama,” katanya.
Ia juga menilai kendaraan listrik lebih ekonomis dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak, sehingga semakin diminati masyarakat, termasuk untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik.
Seiring meningkatnya arus kendaraan di Tol Trans Jawa, pemudik diimbau tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan rest area secara bijak. Pengguna kendaraan listrik juga disarankan merencanakan titik pengisian daya agar perjalanan tetap lancar.
Dengan dukungan rekayasa lalu lintas serta kesiapan infrastruktur, termasuk SPKLU yang memadai, diharapkan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Editor: Redaksi TVRINews
