Penulis: Heri Setiawan
TVRINews, Tuban
Bagi penggemar kuliner tradisional maka tidak afdol jika belum pernah mencicipi ikan pindang sambel ale di Kabupaten Tuban. Daging ikan asap dipadu sambel ale disajikan dalam kondisi masih panas memberikan cita rasa tersendiri bagi para penikmatnya.
Warung makan sederhana ini terletak di tepian aliran Sungai bengawan Solo di Dusun Padas, Desa Pandanwangi, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Setiap hari selalu ramai diserbu pengunjung, baik lokal maupun luar daerah setiap sorenya.
“Tepatnya sederhana namun menunya luar biasa, enak sekali. Dengan harga sangat terjangkau,“ kata Delvi salah seorang penimat ikan pindang sambel ale, kepada tvrinews.com.
Warung makan ini buka dari pukul empat sore hingga pukul delapan malam. Dengan menyediakan berbagai macam kuliner khas lidah pedesaan ini menjadi jujugan para pecinta kuliner.
“Di sini terdapat beberapa menu namun dua menu andalan yang selalu habis diserbu pembeli, yaitu ikan pindang sambel ale dan sego kucing sambel teri,“ kata Cholisa, pemilik warung makan.
Ikan pindang sambel ale sendiri dibuat dari cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan tomat yang kemudian digoreng dan diulek secara manual.
Selanjutnya ikan pindang atau ikan asap yang masih segar digoreng setengah matang kemudian ikan pindang akan dibalut sambel lalu ditaburi ale di atasnya agar sambal bisa merata seluruhnya akan dipenyet di dalam cobek besar.
Ale sendiri adalah sejenis kecambah namun kedelainya berbeda yakni agak besar. Ikan pindang sambel ale ini dapat disantap dengan nasi putih atau nasi jagung.
Tak jarang pengunjung mencampur kedua jenis nasi ini sehingga menciptakan rasa dan tekstur unik.
Kenikmatan menyantap ikan pindang samle ale ini adalah suasana desa yang sangat sunyi.
Area pedesaan sangat kental menyatu dengan rasa ikan asap yang digoreng, sangat nikmat. Uniknya nasi disajikan dengan dialasi lembaran daun jati.
Pemandangan sunset di sore hari semakin menambah kenikmatan menyantap nasi ikan pindang sambel Ale.
Sementara itu menu lainnya yang tidak kalah nikmat adalah sego kucing ikan teri, dibuat dari gorengan ikan asin yang dicampur dengan sambal ulekan khas pedesaan.
Sambelnya disajikan dengan beberapa lauk lainya seperti tempe kering dan tahu.
Porsinya yang mini dan rasanya yang nikmat membuat pembeli merasa terus ketagihan. Bahkan beberapa pembeli merasa kurang jika membeli satu dan akan cukup jika membeli dua porsi.
“Sego kucing ini juga menjadi favorit mas di sini, enak sekali. Ini saya makan dua bungkus,“ kata Keny.
Dalam sehari warung pinggir Bengawan Solo ini mampu menghabiskan antara 20 hingga 30 porsi ikan pindang sambel ale. Sementara 100 porsi untuk sego kucing sambel teri.
Untuk menyantap satu porsi ikan pindang sambel ale plus nasi tidak perlu merogoh saku terlalu dalam, hanya cukup membayar 15 ribu rupiah saja dan nasi kucing sambel teri harganya cukup tiga ribu Rupiah per bungkusnya.
Bagaimana? Anda ingin menikmati nasi ikan pindang sambel ale? Mampir ke Tuban ya..
Baca Juga: Delapan Kabupaten di Maluku Masuk Daerah Blank Spot
Editor: Redaktur TVRINews
