
Inhil Gaspol Kawal Program MBG, Daerah Terpencil Jadi Prioritas
Penulis: Dodi Ralibi
TVRINews, Indragiri Hilir
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk mematangkan strategi pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis. Rakor ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 5 Kantor Bupati Inhil pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, Tantawi Jauhari, dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah 1 Badan Gizi Nasional, Kolonel Sujatmiko. Turut hadir juga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten I Setdakab, Kepala Dinas Kesehatan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta camat se-Kabupaten Inhil.
Strategi dan Penekanan Program
Dalam rapat ini, Sekda Tantawi menekankan bahwa koordinasi lintas sektor adalah kunci sukses program. Ia juga menyebutkan bahwa Pemkab Inhil telah membentuk Satuan Tugas Percepatan SPPG untuk memperkuat pengawasan di lapangan dan memastikan program ini tidak disalahgunakan.
Berbagai masukan juga disampaikan oleh peserta rapat, di antaranya:
Penguatan pengawasan: Ketua DPRD Inhil, Kapolres Inhil, dan Dandim 0314/Inhil mengusulkan agar pengawasan ditingkatkan dan memberikan wewenang kepada ahli gizi serta pengawas lapangan untuk bertindak tegas jika terjadi penyimpangan.
Dalam hal ini disarankan agar penunjukan vendor tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan seperti Tembilahan, tetapi juga menjangkau daerah terpencil dan perairan, seperti Kecamatan Pelangiran dan Pulau Burung.
Selain itu, Kolonel Sujatmiko dari Badan Gizi Nasional mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dan menilai bahwa sinergi antarinstansi akan menjadi penentu keberhasilan program ini.
Adapun pesan utama dari rakor ini adalah pentingnya pengawasan menyeluruh agar program Makanan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai tujuan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Editor: Redaktur TVRINews
