Penulis: Toni Triyadi
TVRINews, Karawang
Banjir kembali merendam Kampung Pangasinan dan Kampung Kampek, Desa Kalangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 29 Januari 2026. Air yang sempat surut hanya beberapa jam, kembali naik dan menggenangi ratusan rumah warga.
Bagi warga Desa Kalangligar, banjir bukan lagi peristiwa yang mengejutkan. Polanya nyaris sama setiap kali terjadi, datang, surut sebentar, lalu kembali merendam permukiman.
Salah seorang warga Kampung Pangasinan, Mak Iip (69), mengaku lelah menghadapi banjir yang berulang dalam waktu singkat.
“Ini banjir lagi. Baru surut sebentar, dua sampai tiga jam, air datang lagi. Sekarang sudah masuk rumah lagi. Saya sudah capek,” keluh Mak Iip saat ditemui di lokasi banjir.
Mak Iip mengatakan, banjir kali ini berlangsung lebih lama dibanding sebelumnya. Selama hampir dua pekan terakhir, ketinggian air terus naik dan turun. Kondisi tersebut membuatnya pasrah dan siap direlokasi jika itu menjadi solusi jangka panjang.
“Kalau disuruh pindah, ya mau,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Wacih (45), warga lainnya yang kembali terpaksa mengungsi setelah rumahnya kembali terendam banjir. Ketinggian air di wilayah tersebut dilaporkan mencapai satu hingga dua meter.
“Tadinya sudah surut, sekarang banjir lagi. Air sudah setinggi satu sampai dua meter,” katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang menyebut banjir kembali terjadi akibat tingginya intensitas hujan serta luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum.
“Kemarin sempat surut total. Namun karena hujan masih tinggi dan luapan Sungai Cibeet serta Citarum, air kembali masuk ke permukiman sekitar pukul dua belas siang. Sejak pagi hingga siang ini, air naik dengan cepat,” ujar Kaming, petugas BPBD Karawang.
BPBD mencatat lokasi terdampak terparah berada di Dusun Pangasinan RT 03, dengan ketinggian air mencapai sekitar dua meter. Kondisi banjir masih berpotensi meningkat seiring debit air Sungai Cibeet dan Citarum yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Pantauan di lapangan, banjir juga menggenangi akses utama jalan desa serta sejumlah fasilitas umum, seperti masjid dan sekolah. Hingga kini, beberapa sekolah masih meliburkan kegiatan belajar mengajar karena bangunan sekolah masih terendam banjir.
Editor: Redaktur TVRINews
