
Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Padang
Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian terhadap dua anak yang terseret arus di Pantai Ulak Karang. Hingga hari kedua operasi pencarian, Minggu, 19 April 2026, kedua korban belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menyampaikan operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Tim dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) dengan luas area pencarian mencapai 4 nautical miles.
"Pencarian pada hari kedua ini kami membagi tim menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) dengan total luas area pencarian mencapai 4 Nautical Miles (NM)," ujar Abdul Malik dalam keterangannya, Minggu malam.
Dua korban yang hilang diketahui bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Gunung Pangilun. Peristiwa bermula pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 10.00 WIB saat keduanya bersama teman-temannya mandi di Pantai Ulak Karang. Sekitar pukul 12.00 WIB, keduanya terseret arus dan hilang.
Tim SAR Gabungan menggunakan sejumlah peralatan dalam pencarian, mulai dari Rescue Car, LCR atau perahu karet, alat SAR air, peralatan medis, hingga perangkat komunikasi.
Puluhan personel turut terlibat dalam operasi ini, terdiri dari Kantor SAR Padang, TNI, Brimob Polda Sumbar, Pol Airud, BPBD Kota Padang, Damkar, PMI, Gorila Rescue, KSB, Pramuka, hingga rekan media.
"Pencarian hari ini dihentikan pada pukul 18.00 WIB dengan hasil nihil. Meskipun cuaca terpantau berawan dengan kecepatan angin sekitar 5 knot, tim di lapangan belum menemukan tanda-tanda keberadaan penyintas," lanjut Abdul Malik.
Operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada Senin (20/4) pukul 07.30 WIB dengan penyisiran ulang di koordinat yang sudah ditentukan.
Editor: Redaksi TVRINews
