
Penulis: Axgeis
TVRINews, Lampung Selatan
Tumpukan sampah kayu dalam jumlah besar menutup aliran Sungai Way Pisang di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Kondisi ini menyebabkan aliran air tersumbat dan mengancam ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Penengahan dan Palas akibat potensi banjir.
Sampah kayu tersebut dilaporkan telah menumpuk selama berbulan-bulan di sepanjang aliran sungai. Di bagian pintu air, tumpukan hanya terlihat kecil. Namun setelah ditelusuri lebih jauh, kondisi sungai sangat memprihatinkan. Dalam bentang aliran sepanjang sekitar tiga kilometer, terdapat sedikitnya empat titik penumpukan sampah kayu, dengan lokasi terparah berada di Dusun Muara Badas.
Warga setempat tidak mengetahui secara pasti asal-usul potongan kayu tersebut. Mereka berupaya membersihkan tumpukan kayu secara manual agar aliran air kembali lancar, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil karena volume sampah diperkirakan mencapai puluhan ribu meter kubik.
Tokoh masyarakat setempat, Ahmad, mengatakan tumpukan sampah kayu tersebut menjadi ancaman serius bagi wilayah pertanian dan permukiman warga.
“Kondisi ini sangat mengkhawatirkan karena aliran sungai tersumbat. Kami khawatir jika hujan deras turun, air akan meluap dan menyebabkan banjir yang lebih parah,” ujar Ahmad, Kamis, 12 Februari 2026.
Hal senada disampaikan Yayat, seorang petani di wilayah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dalam satu bulan terakhir, sawah milik petani sudah tiga kali terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter, sehingga petani terpaksa melakukan tanam ulang.
“Dalam satu bulan ini sawah kami sudah tiga kali kebanjiran. Air bisa setinggi satu meter dan kami harus tanam ulang. Ini sangat merugikan petani,” kata Yayat.
Para petani kini diliputi kekhawatiran akan ancaman banjir yang lebih besar, termasuk potensi jebolnya tanggul akibat tekanan air yang tertahan oleh tumpukan kayu. Mereka berharap Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung Segara segera turun tangan dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan sungai.
Selain pembersihan, warga juga mendesak pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai dan memperkuat serta memperlebar tanggul penahan banjir. Langkah ini dinilai mendesak guna melindungi lahan pertanian serta menjaga peran Lampung Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Editor: Redaktur TVRINews
