Penulis: Endun
TVRINews, Kota Banjarmasin
Salah satu sekolah di wilayah Banjarmasin Timur terendam banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Genangan air merendam enam ruangan, terdiri dari empat ruang kelas, satu musala, dan satu ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kondisi tersebut menyebabkan proses belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka.
Demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pendidik, pihak sekolah memutuskan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.
Kepala SDN Kebun Bunga 3, Norbayati, menjelaskan sebanyak 163 siswa kini mengikuti pembelajaran daring dari rumah masing-masing dengan memanfaatkan berbagai media online.
“Pembelajaran daring dilakukan melalui WhatsApp dan Google Meeting. Tugas serta absensi diberikan secara online dan tetap dipantau guru,” jelas Norbayati, Senin, 5 Januari 2026.
SDN Kebun Bunga 3 menjadi salah satu dari sekitar 50 sekolah di Kota Banjarmasin yang terdampak banjir dan melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Kebijakan ini dilakukan sesuai edaran Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin sebagai langkah antisipasi agar kegiatan belajar siswa tetap berjalan di tengah kondisi darurat banjir.
Pihak sekolah terus memantau kondisi lingkungan sekolah sambil menunggu banjir surut.
Diharapkan setelah situasi kembali aman, kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat segera dilaksanakan kembali.
Editor: Redaksi TVRINews
