
Penulis: Paino
TVRINews, Lingga
Tradisi Gerbang Lampu Colok Tujuh Likur yang digelar setiap malam ke-21 hingga 27 Ramadan kembali diperlombakan pada tahun 2026 di masing-masing kecamatan di Kabupaten Lingga. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan budaya masyarakat setempat dalam menyambut Idul Fitri.
Kemeriahan gerbang lampu colok sebagai penanda malam tujuh likur mulai terlihat di sejumlah kampung di Singkep. Berdasarkan pantauan tvrinews.com, Selasa, 3 Maret 2026, progres pembangunan gerbang tujuh likur telah mencapai sekitar 70 persen.

Saat ini, warga tinggal melakukan tahap akhir pengerjaan serta pemasangan lampu colok yang akan mulai dinyalakan pada malam ke-21 Ramadan. Puncak kemeriahan biasanya berlangsung pada malam ke-27 Ramadan, ketika cahaya lampu colok menghiasi kawasan dan menciptakan suasana yang menakjubkan.
Camat Singkep, Agustiar, mengatakan pada tahun ini gerbang tujuh likur kembali diperlombakan. Penilaian dilakukan di tingkat desa, kemudian dilanjutkan seleksi di tingkat kecamatan.

“Tradisi ini sudah ada sejak dahulu dan menjadi bagian dari budaya masyarakat Lingga dalam menyambut Idul Fitri. Tahun ini kembali kita lombakan agar semangat masyarakat tetap terjaga,” ujar Agustiar.
Ia menambahkan, gerbang tujuh likur menjadi salah satu tradisi yang paling dinantikan, termasuk oleh para perantau. Tidak sedikit warga yang pulang kampung untuk menyaksikan kemeriahan lampu colok di Kabupaten Lingga setiap tahunnya.
Editor: Redaksi TVRINews
