
Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kab. Lombok Timur
Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram terjadi di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kondisi ini memicu antrean panjang warga di sejumlah pangkalan dan agen untuk mendapatkan tabung gas.
Ratusan warga tampak memadati pangkalan LPG sejak pagi hari. Mereka rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan jatah gas bersubsidi, bahkan sebagian harus menunggu hingga tiga jam.
Salah seorang warga, Bahrul, mengaku terpaksa meninggalkan aktivitas sehari-hari demi mendapatkan LPG.
“Saya harus antre lama, bahkan sampai tiga jam. Kalau tidak cepat datang, biasanya sudah habis,” ujar Bahrul, Rabu 8 April 2026.
Menurutnya, kelangkaan LPG 3 kilogram ini sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir. Pasokan yang datang dinilai tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga setiap kali stok tiba langsung diserbu warga dan cepat habis.
Akibat tingginya permintaan, warga yang datang terlambat dipastikan tidak kebagian meskipun telah mengantre lama. Kondisi ini juga memicu variasi harga di lapangan.
Harga LPG 3 kilogram di wilayah Suralaga saat ini berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per tabung, tergantung lokasi pembelian dan ketersediaan stok. Harga di tingkat pengecer cenderung lebih tinggi akibat keterbatasan pasokan.
Warga masih bisa mendapatkan harga sekitar Rp20 ribu jika membeli langsung di pangkalan resmi saat stok tersedia. Namun, pembelian tersebut harus memenuhi persyaratan administrasi, seperti membawa kartu keluarga.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menambah pasokan serta memperketat pengawasan distribusi. Langkah ini dinilai penting agar harga tetap stabil dan LPG bersubsidi dapat diakses secara merata oleh masyarakat.
Editor: Redaksi TVRINews
