Penulis: Made Adhi
TVRINews, Badung
Seluruh umat Hindu di Indonesia merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 pada Rabu, 11 Maret 2024. Sebelum pelaksanaan Nyepi, terdapat sejumlah prosesi yang wajib dilaksanakan umat Hindu, salah satunya adalah pawai ogoh-ogoh atau pengerupukan pada satu hari sebelum Nyepi.
Pelaksanaan pengerupukan ditandai dengan diaraknya ogoh-ogoh atau patung yang menggambarkan kepribadian dan sosok Bhuta Kala. Umumnya, ogoh-ogoh divisualkan dengan karakter bertubuh besar, memiliki kuku panjang, dan berwajah seram.
Berbagai kreatifitas seni dan ide pun muncul dari masing masing sekaa teruna teruni di masing masing banjar adat untuk membuat ogoh ogoh ini.
Seperti diketahui, Pembuatan ogoh-ogoh memerlukan waktu yang cukup lama dan memerlukan keahlian khusus. Biasanya, sekaa teruna terunu akan membuat kerangka patung dari bambu hingga besi, lalu membentuknya dengan anyaman bambu. Setelah itu, patung akan dibungkus, dilukis dan dihias dengan berbagai aksesoris, seperti kain, kertas beragam warna. Bahkan terdapat pula, ogoh ogoh yang menggunakan motor penggerak.
Salah satu penonton bagastya mengatakan setiap tahunnya, beragam ide ide ditampilkan para pemuda dalam membuat ogoh ogoh. Tiap gelaran terus ada inovasi inovasi yang baru.
"Ada beragam bentuk, mulai dari bhuta kalla, tokoh pewayangan bahkan kreasi lainnya di arak di perempatan atau catus pata. Bahkan anak anak pun juga ikut tadi mengarak ogoh ogoh mini."ungkap bagastya.
Saat malam pengerupukan, ogoh-ogoh akan mengelilingi desa adat dan gamelan. Setelah diarak mengelilingi desa, ogoh-ogoh tersebut kemudian dibakar. Pembakaran ogoh-ogoh dimaknai sebagai upaya memusnahkan kejahatan yang disimbolkan dengan Bhuta Kala di bumi. Keesokan harinya, masyarakat Bali merayakan Tahun Baru Caka atau Hari Raya Nyepi dengan keheningan dan melaksanakan Catur Brata Penyepian.
Editor: Redaktur TVRINews
