
Pemkab Majalengka Siapkan 7 Hektare Lahan untuk Sekolah Rakyat
Penulis: Edwar Ruspendi
TVRINews, Majalengka
Pemerintah Kabupaten Majalengka menyiapkan lahan seluas 7 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dari total aset daerah seluas 17 hektare. Lokasi pembangunan berada di Blok Nanggerang, Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong.
Bupati Majalengka Eman Suherman meninjau langsung lokasi pembangunan guna memastikan kesiapan lahan sekaligus memfinalisasi rencana pembangunan sekolah tersebut, Kamis, 22 Janauri 2026.
"Hari ini kami dengan teman-teman OPD melakukan survey untuk memastikan finalisasi rencana pembangunan sekolah rakyat. Alhamdulillah, Majalengka termasuk dari 166 kabupaten/kota se-Indonesia yang mendapatkan alokasi program SR ini," kata Eman.
Eman menjelaskan, kegiatan pembelajaran Sekolah Rakyat di Majalengka telah berjalan sejak tahun lalu. Pembangunan fisik menjadi tahapan lanjutan yang sedang dipersiapkan.
"Sekarang tinggal pembangunan infrastrukturnya. Mudah-mudahan pada bulan Februari ini bisa dilaksanakan groundbreaking oleh Kementerian PU," ujarnya.
Ia menuturkan, lokasi pembangunan telah sesuai dengan rencana detail tata ruang (RDTR) dan tidak menemui kendala perizinan. Namun, masih terdapat hambatan terkait akses jalan menuju lokasi.
"Lokasinya sudah clear dan sesuai RDTR, tapi ada kendala akses masuk. Jalannya kecil, kalau tidak kita cari alternatif, masyarakat bisa terganggu dengan hilir mudik kendaraan pembangunan," jelasnya.
Sebagai solusi, Pemerintah Kabupaten Majalengka merencanakan pembukaan jalan alternatif sepanjang sekitar 170 meter dari SPBU terdekat. Lahan akses tersebut akan disewa sementara dari warga sekitar.
"Kami akan buka jalan alternative. Dalam waktu mendesak ini, lahan akan kami sewa dulu dari masyarakat untuk akses pembangunan. Ini konsekuensi pemerintah daerah karena ini kegiatan nasional dan mendesak," tegas Eman.
Eman memastikan, lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tetap di Blok Nanggerang. Seluruh proses perizinan dari organisasi perangkat daerah terkait telah berjalan, sehingga pemindahan lokasi dinilai berisiko menghambat waktu pelaksanaan.
"Lokasi sudah dipastikan di sini. Kalau dialihkan, khawatir nanti ada kendala waktu," imbuhnya.
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat di Kabupaten Majalengka akan menampung sekitar 100 siswa. Ke depan, daerah ini juga berpeluang mendapatkan pembangunan sekolah terpadu dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dalam satu kawasan.
"Kita bahkan ditawarkan lagi untuk sekolah terpadu dari SD, SMP, SMA yang terpusat. Tapi itu butuh lahan sekitar 30 hektare untuk menampung sekitar 1.000 siswa," pungkas Eman.
Saat ini, Sekolah Rakyat Menengah Pertama 34 Kabupaten Majalengka masih menempati bangunan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dengan jumlah siswa sebanyak 97 orang.
Editor: Redaksi TVRINews
