Penulis: Fahria Fahri
TVRINews, Pangkep
Penemuan puluhan bahan peledak yang diduga akan digunakan sebagai bom ikan oleh Polairud Polres Pangkep menjadi sorotan publik. Barang berbahaya tersebut ditemukan tanpa pemilik atau tersangka, sehingga menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Pangkep.
Anggota DPRD Pangkep dari Partai Demokrat, Muhammad Ramli, menilai temuan ini janggal dan sulit diterima akal sehat.
“Sangat tidak masuk akal jika polisi menemukan puluhan bom ikan tanpa pemilik. Sulit diterima akal sehat kalau barang sebanyak itu tidak bisa diungkap siapa pemiliknya,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ramli menegaskan aparat kepolisian memiliki dukungan personel dan infrastruktur hingga tingkat bawah, termasuk intelijen, polsek, dan petugas Binmas di desa. “Masa untuk mengungkap kasus seperti ini tidak bisa,” tegasnya.
Politikus tersebut juga menyoroti pernyataan Kasatpolair yang menyebut laporan masyarakat hanya berupa foto kapal melintas. “Itu tidak benar. Dokumentasi yang saya kirimkan ke Kapolres lengkap, ada video saat ledakan bom terjadi beserta kapal pelaku. Bahkan di lokasi lain ada nelayan yang jadi korban dan dirujuk ke rumah sakit di Sumbawa,” jelas Ramli.
Selain itu, Ramli menyoroti beredarnya foto personel kepolisian yang disebut akan turun patroli ke wilayah kepulauan sebelum penemuan bahan peledak. “Kesan yang muncul seolah ada sinyal kepada pelaku bahwa akan dilakukan operasi oleh personel Polair,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Polairud AKP Nompo hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait penemuan puluhan bahan peledak tersebut saat dikonfirmasi awak media.
Editor: Redaktur TVRINews
