
Baim Wong Akui Sempat Keberatan dengan Kebijakan Salary Cap IBL 2024
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Presiden Klub Satria Muda Pertamina Jakarta Baim Wong mengaku sempat keberatan dengan regulasi salary cap yang diberlakukan oleh Liga Basket Indonesia (IBL) 2024.
Akan tetapi, pria yang juga bekerja sebagai publik figur ini menilai kebijakan maksimal salary cap senilai Rp10 miliar.
"Gini, Rp10 miliar itu akan jadi rulesnya atau ada main lagi? Ketika klub bnayak uangnya, akan ada pembicaraan di belakang. Gimana caranya rules itu benar-benar jadi salary cap," kata Baim dalam acara Media Day di Jakarta, Selasa, 12 Desember 2023.
Meski demikian, Baim menegaskan klubnya tetap mematuhi kebijakan yang sudah dibuat IBL maupun Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia (Perbasi) sebagai federasi.
Baca Juga: IBL 2024: Perbasi Bentuk Komite Disiplin Sebagai Tempat Pengaduan
Selain itu, ia juga menyebutkan dengan salary cap senilai Rp10 miliar membuat timnya kesulitan untuk merekrut tiga pemain asing dengan kualitas yang sama bagusnya.
"Rules diciptakan untuk dipatuhi dan supaya Indonesia Maju. Semoga rules jadi patokan dan ngga ada main belakang," ucap Baim.
"Saya sebagai petinggi, InsyaAllah apa yang dilakukan, awal masuk basket pertanyaan satu, bersih atau engga. Kalo ngga bersih, ogah. Buat apa saya buang-buang waktu saya nanti pertanggungjawabkan," tutur Baim menambahkan.
Editor: Redaktur TVRINews
