Penulis: Indra Wijaya
TVRINews, Badung
InJourney Tourism Development Corporation menyatakan dukungan penuh kepada Televisi Republik Indonesia sebagai broadcaster resmi FIFA World Cup 2026 di Indonesia. Dukungan ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memperkuat citra pariwisata nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap ajang olahraga kelas dunia.
Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan kehadiran TVRI sebagai pemegang hak siar resmi akan memberikan dampak positif terhadap promosi destinasi wisata Indonesia. Menurutnya, Piala Dunia tidak hanya menjadi pesta olahraga global, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara sektor penyiaran dan pariwisata.
“Momentum Piala Dunia 2026 bukan hanya pesta olahraga dunia, tetapi juga peluang besar untuk mempromosikan pariwisata Indonesia,” ujar Troy.
Ia menjelaskan, kolaborasi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, salah satunya penyelenggaraan nonton bareng (nobar) di kawasan wisata yang dikelola ITDC, seperti The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori. Kegiatan tersebut dapat dipadukan dengan promosi destinasi unggulan, budaya daerah, hingga produk ekonomi kreatif.
“Kami berharap ajang ini tidak hanya membuat masyarakat mengagumi tim luar negeri, tetapi juga semakin mencintai dan mendukung Timnas Indonesia. Ke depan, kami berharap Indonesia bisa tampil di Piala Dunia dan semakin dikenal di panggung internasional sebagai destinasi pariwisata kelas dunia,” tambahnya.
Sementara itu, TVRI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan siaran berkualitas yang mudah diakses oleh masyarakat luas. TVRI akan menayangkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 secara langsung.
Selain itu, TVRI juga menghadirkan program “Nobar Bola Gembira” dengan dua skema lisensi, yakni lisensi komersial untuk pelaku usaha seperti kafe, restoran, hotel, dan coworking space, serta lisensi non-komersial untuk kegiatan masyarakat di luar kepentingan bisnis.
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan diselenggarakan di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini menjadi edisi pertama dengan format 48 negara peserta dan total 104 pertandingan, menjadikannya yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.
Editor: Redaktur TVRINews
